Jakarta (iddaily.net) – Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat inflasi tahunan (year-on-year/YoY) Juni 2026 di level 3,36%, melampaui catatan nasional pada periode yang sama sebesar 3,34%.
Sedangkan inflasi bulanan Jatim pada Juni 2026 (month-to-month/MtM) tercatat sebesar 0,30%, dengan inflasi tertinggi tercatat di Kota Surabaya sebesar 0,46%, dan terendah di Kabupaten Sumenep sebesar 0,01%.
Kelompok pengeluaran transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan Juni 2026 di Jatim dengan andil 0,31%.
Ada 3 kelompok penyumbang utama inflasi tahunan di Jatim pada periode Juni 2026, yakni kelompok pengeluaran perawatan pribadi, transportasi, hingga makanan.
“Inflasi year on year sebesar 3,36% terjadi pada Juni 2026, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,52 pada Juni 2025 menjadi 112,17 pada Juni 2026,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jatim Herum Fajarwati dalam keterangannya.
Dia memaparkan catatan inflasi yang dibukukan tersebut sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mengalami peningkatan selama satu tahun terakhir.
Inflasi tahunan yang terjadi pada Juni 2026, jelas dia, secara utama disumbang tiga kelompok pengeluaran masyarakat.
Pertama, penyumbang inflasi terbesar di Jatim adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi sebesar 10,34%, yang memberikan andil terhadap inflasi y-on-y pada Provinsi Jatim sebesar 0,73%.
“Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi y-on-y, di antaranya emas perhiasan, pasta gigi, sampo, bedak, dan pembalut wanita,” ucapnya.
Kedua, kelompok transportasi yang memberikan andil terhadap inflasi tahunan di Jatim sebesar 5,87%, dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,72%.
BPS mencatat tekanan harga pada kelompok pengeluaran ini utamanya didorong oleh kenaikan angkutan udara dan bensin.
“Lalu, terdapat mobil, sepeda motor, pemeliharaan/servis, serta pelumas/oli mesin yang memberikan andil inflasi tahunan di Provinsi Jawa Timur pada Juni 2026,” tuturnya.
Ketiga, kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan harga secara tahunan pada Juni 2026 sebesar 4,01%, serta memberikan andil terhadap inflasi tahunan di Jatim sebesar 1,10%.
“Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain adalah beras, minyak goreng, daging sapi, cabai, bawang merah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), daging ayam ras, cabai merah, air kemasan, tahu mentah, tempe, Sigaret Kretek Tangan (SKT), wortel, jeruk, Sigaret Putih Mesin (SPM), ikan tongkol/ikan ambu-ambu, ikan bandeng/ikan bolu, pepaya, dan udang basah,” tandasnya.
