Jakarta (iddaily.net) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama sepekan ke depan, periode 4–10 Agustus 2026, meski musim kemarau terus meluas di berbagai daerah.
BMKG menjelaskan, dinamika atmosfer yang masih aktif membuat pembentukan awan hujan tetap memungkinkan di beberapa wilayah. Karena itu, masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi cuaca yang berubah secara tiba-tiba, terutama hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan hingga sedang diperkirakan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sumaetra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, serta sebagian Jawa dan Bali pada periode tersebut.
Di beberapa lokasi, hujan dapat turun pada sore hingga malam hari akibat pertumbuhan awan konvektif.
Sementara wilayah yang tengah mengalami musim kemarau diperkirakan tetap didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan dengan peluang hujan yang relatif rendah.
Meski begitu, BMKG mengingatkan bahwa kondisi atmosfer dapat berubah sehingga masyarakat diimbau terus memantau pembaruan prakiraan cuaca.
http://www.bmkg.go.id
Selain hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang dan kilat atau petir di sejumlah daerah yang mengalami pertumbuhan awan hujan.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama yang berada di luar ruangan maupun pelaku transportasi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan cuaca harian, terutama bagi petani, nelayan, pelaku transportasi, hingga masyarakat yang berencana melakukan perjalanan.
Informasi prakiraan cuaca terbaru dapat diakses melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi dampak cuaca yang berubah dengan cepat.
Ini Wilayah Terdampak Sesuai Data BMKG:
– Sumatera
– Sebagian Jawa
– Kalimantan
– Sulawesi
– Sebagian Bali–Nusa Tenggara
– Maluku dan Papua.
