Jakarta (iddaily.net) – Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi setinggi 1.000 meter dari atas puncak ±4.676 meter di atas permukaan laut.
Erupsi ini terjadi Jumat, 29 Mei 2026, pukul 09.43 WIB dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.
“Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 110 detik,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam keterangan resminya.
Hingga pukul 11.00 WIB, sudah terjadi 4 kali erupsi Gunung Semeru.
Mulai pukul 00.33 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ±700 meter, pukul 07.24 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ±700 meter, pukul 09.07 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ±500 meter dan terakhir pukul 09.43 WIB.
Warga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (Pijar).
Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
