Jakarta (iddaily.net) – Dunia Lawak Berduka, Topan Srimulat Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun
Pelawak senior Topan Sugianto bin Doel Ghani, yang dikenal luas sebagai Topan Srimulat, meninggal dunia pada Kamis (27/8/2026) di usia 71 tahun.
Sosok yang dikenal lewat panggung lawak dan program Ketoprak Humor itu mengembuskan napas terakhirnya di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kabar meninggalnya Topan Srimulat menjadi duka bagi dunia hiburan Tanah Air, khususnya bagi masyarakat Jawa Timur yang selama ini mengenal kiprahnya di dunia komedi.
Topan meninggal dunia sekitar pukul 12.00 WIB dan rumah duka berada di kawasan Griya Ketapang Permai, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Hingga kini, belum ada keterangan dari pihak keluarga mengenai penyebab meninggalnya Topan.
Topan Srimulat Meninggal Usia 71 Tahun
Topan Sugianto merupakan pelawak senior asal Malang yang memiliki perjalanan panjang di dunia hiburan.
Ia dikenal masyarakat melalui berbagai panggung lawak dan program komedi televisi.
Salah satu yang paling melekat dengan namanya adalah Ketoprak Humor, program komedi yang populer pada era 1990-an.
Kepergian Topan membuat dunia lawak kehilangan salah satu pelawak yang ikut membawa warna komedi Jawa Timuran ke panggung hiburan nasional.
Dikenal Lewat Duet Topan dan Leysus
Nama Topan juga tidak dapat dipisahkan dari sosok adiknya, Sugeng Winarso alias Leysus.
Keduanya dikenal sebagai pasangan duet lawak yang memiliki chemistry kuat di atas panggung.
Menurut profil Topan yang dihimpun KapanLagi, perjalanan Topan ke dunia lawak mengikuti jejak Leysus. Keduanya kemudian tampil bersama dalam berbagai pertunjukan, termasuk Ketoprak Humor.
Leysus sendiri telah lebih dahulu meninggal dunia pada 3 Januari 2006.
Kini, setelah Topan berpulang, pasangan kakak-adik yang pernah menghibur masyarakat tersebut sama-sama telah tiada.
Perjalanan Topan dari Panggung Ketoprak
Sebelum dikenal luas melalui televisi, Topan memiliki pengalaman di dunia pertunjukan tradisional.
Kariernya mulai berkembang setelah mengikuti jejak Leysus yang lebih dahulu terjun ke dunia lawak.
Keduanya pernah berkaitan dengan Ketoprak Siswo Budoyo Tulungagung sebelum kemudian dikenal melalui program komedi televisi.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana seni pertunjukan tradisional menjadi salah satu pintu masuk bagi pelawak daerah untuk dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia.

Topan Srimulat dan Ketoprak Humor
Ketoprak Humor menjadi salah satu program yang membuat nama Topan semakin dikenal.
Program tersebut mempertemukan unsur ketoprak dengan komedi dan menghadirkannya dalam format hiburan televisi.
Program tersebut menggabungkan cerita tradisional, legenda, tata panggung, dan improvisasi para pelawak. Tayangan itu bahkan meraih Panasonic Awards sebagai program kesenian tradisional populer selama tiga tahun.
Bagi Topan, panggung tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai pelawak.
Program yang mulai berkibar di RCTI sejak 1998 itu mempertemukan deretan pelawak senior seperti Timbul, Tarzan, Tessy, Nunung, Doyok, Mamik, Topan.
Dan namanya kemudian semakin dikenal bersama Leysus, apalagi chemistry keduanya menjadi kekuatan tersendiri.
Topan tampil dengan karakter cenderung tenang dan serius, sementara Leysus memainkan keluguan dan spontanitas.
Perbedaan karakter itulah yang membuat duet keduanya mudah dikenali penonton.
Tak Hanya di Dunia Lawak
Setelah tidak lagi aktif tampil secara intensif di layar kaca, Topan juga menjalani aktivitas lain.
Profil KapanLagi mencatat Topan kemudian aktif dalam kegiatan persepakbolaan di Malang, termasuk dalam kepengurusan sepak bola daerah dan klub Arema Malang.
Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Topan setelah era kejayaan Ketoprak Humor tidak sepenuhnya berhenti di dunia hiburan.
Ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan di daerah kelahirannya, Malang.
Pemprov Jawa Timur Sampaikan Belasungkawa
Kabar meninggalnya Topan juga mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Melalui akun resmi Pemprov Jawa Timur, pemerintah menyampaikan ucapan belasungkawa atas berpulangnya Topan Sugianto dan mengenangnya sebagai salah satu seniman Jawa Timur.
Pemprov Jatim turut mendoakan agar karya dan dedikasi Topan tetap dikenang.
Ucapan tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang Topan sebagai seniman dan pelawak asal Jawa Timur.
Dunia Lawak Indonesia Kehilangan Salah Satu Seniornya
Kepergian Topan Srimulat menjadi kehilangan bagi dunia lawak Indonesia.
Selama puluhan tahun, ia hadir melalui panggung lawak, ketoprak, dan televisi. Gaya komedinya menjadi bagian dari perjalanan hiburan Indonesia, terutama pada masa ketika program komedi televisi menjadi salah satu tontonan favorit masyarakat.
Topan juga menjadi bagian dari generasi pelawak yang membawa seni pertunjukan daerah ke ruang hiburan nasional.
Kini, tawa yang pernah ia hadirkan melalui panggung dan layar televisi menjadi bagian dari kenangan para penonton.
Selamat jalan, Topan Srimulat. Karya dan tawa yang pernah diberikan akan terus dikenang.
