Jakarta (iddaily.net) – C-drama atau Chinese drama merupakan istilah yang umum digunakan untuk menyebut drama televisi dan serial dari China.
Saat ini, C-drama dikenal melalui berbagai genre, mulai dari romantis, keluarga, sejarah, wuxia, xianxia, thriller hingga cerita modern.
Popularitas C-drama yang terlihat sekarang merupakan hasil perkembangan industri televisi China selama puluhan tahun.
Sejarahnya dapat ditelusuri hingga 1950-an ketika televisi mulai berkembang di China.
Awal Televisi China
Siaran televisi di daratan China dimulai pada 1958 dan Beijing Television menjadi salah satu tonggak awal perkembangan industri televisi China dan kemudian berkembang menjadi China Central Television atau CCTV.
Pada tahun yang sama, program televisi produksi China mulai ditayangkan. Perkembangan tersebut kemudian diikuti berdirinya stasiun televisi regional, termasuk Shanghai Television.
Pada masa awal, kepemilikan televisi masih terbatas sehingga jangkauan penonton belum sebesar sekarang.

Perkembangan Drama Televisi
Pada periode 1958 hingga 1966, ratusan drama antologi diproduksi dan disiarkan.
Namun, perkembangan drama televisi sempat mengalami gangguan besar selama Revolusi Kebudayaan pada 1967–1976.
Produksi drama fiksi kemudian kembali berkembang pada akhir 1970-an dan salah satu tonggaknya adalah San Jia Qin, yang disebut sebagai drama China daratan pertama yang pengambilan gambarnya dilakukan di lokasi luar studio.
Memasuki 1980-an, jumlah penonton televisi meningkat pesat dan industri televisi China kemudian mulai memproduksi lebih banyak serial, termasuk drama yang diadaptasi dari novel klasik dan cerita tradisional China.
Era Drama Sejarah dan Sastra Klasik
Salah satu ciri khas C-drama adalah kuatnya pengaruh sejarah, sastra klasik, legenda dan budaya tradisional China.
Sejumlah karya klasik kemudian diadaptasi menjadi serial televisi, seperti Outlaws of the Marsh pada 1983, Ji Gong pada 1986, Dream of the Red Chamber pada 1987 dan Journey to the West pada 1988.
Tradisi tersebut menjadi salah satu fondasi penting bagi berkembangnya drama kostum China yang kini sangat populer di kalangan penonton internasional.

Dari Drama Televisi ke Platform Streaming
Perkembangan industri digital membawa perubahan besar terhadap C-drama dan serial China tidak lagi hanya bergantung pada stasiun televisi nasional dan regional.
Platform streaming membuat drama China lebih mudah ditonton oleh penonton luar negeri dan genre pun semakin beragam.
Selain drama sejarah dan wuxia, muncul banyak drama modern dengan tema percintaan, keluarga, pendidikan, dunia kerja dan kehidupan anak muda.
Drama kostum juga terus menjadi salah satu daya tarik utama.
Cerita yang memadukan sejarah, legenda, fantasi, bela diri dan percintaan membuat C-drama memiliki karakter yang berbeda dari drama televisi modern.
Mengapa C-Drama Semakin Dikenal?
C-drama memiliki kekuatan pada variasi cerita dan kekayaan budaya.
Drama sejarah memungkinkan penonton mengenal pakaian tradisional, arsitektur, seni bela diri, adat serta kisah-kisah yang terinspirasi dari sejarah dan sastra China.
Di sisi lain, drama modern menawarkan cerita yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah diterima penonton muda.
Perkembangan distribusi digital kemudian memperluas jangkauan C-drama.
Sejumlah serial China bahkan mulai memiliki penggemar di Asia hingga negara-negara di luar kawasan tersebut.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa C-drama telah berubah dari produk televisi domestik menjadi bagian dari industri hiburan Asia yang memiliki pasar internasional.
Dengan sejarah yang dimulai sejak era awal televisi China, C-drama kini telah berkembang menjadi industri dengan banyak genre dan gaya penceritaan.
Dari kisah klasik dan drama sejarah hingga romansa modern, C-drama terus menemukan penonton baru di berbagai negara.
