Surabaya (iddaily.net) – Dolly atau Gang Dolly Surabaya, pernah pernah dikenal sebagai lokasi prostitusi di Indonesia.
Kondangnya nama daerah di kawasan Jarak, Surabaya itu bahkan sampai ke Mancanegara.
Tidak main-main, Gang Dolly disebut-sebut sebagai kawasan prostitusi terbesar di Asia Tenggara.
Wisma, sebutan untuk tempat lokalisasi, berjajar di sepanjang gang tersebut.
Gemerlap lampu menjadi penanda wisma yang menjadi satu dengan rumah masyarakat kampung sekitar itu.
Ketika jaya, setidaknya 5000-9000 an pekerja seks mengadu nasib di Dolly.
Ketika ditutup Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada 2014, 1000 lebih pekerja seks meninggalkan wisma, dan mendadak kosong, atau beralih fungsi, menjadi kamar kos-kosan.
Tanpa merubah bentuk, kamar yang dulunya menjadi ruang ‘bercinta’, disewakan dengan harga cukup murah, sebagai tempat tinggal murah di pusat kota.