Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Peristiwa»Virus Hanta Merebak, Epidemiolog Sebut Tak Ada Transmisi Antarmanusia
Peristiwa

Virus Hanta Merebak, Epidemiolog Sebut Tak Ada Transmisi Antarmanusia

Icha BalqisIcha Balqis09 Mei 2026 / 10:32 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Jakarta (ididaily) – Klaster dugaan hantavirus muncul di kapal pesiar MV Hondius.

Otomatis, virus hanta ini menarik perhatian, apalagi sejumlah penumpang kapal pesiar mengalami gangguan pernapasan berat selama pelayaran lintas negara.

Peristiwa ini menjadi sorotan isu kesehatan global sekaligus mengingatkan kembali risiko penyakit zoonosis di tengah meningkatnya mobilitas manusia.

Mengutip dari Unair News, Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), Laura Navika Yamani SSi MSi PhD menyebut bahwa hantavirus umumnya tidak muncul secara tiba-tiba di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.

Dia menilai, kondisi tersebut lebih mengarah pada kemungkinan paparan awal sebelum perjalanan atau saat individu berada di wilayah dengan reservoir hewan pengerat.

“Masa inkubasi hantavirus dapat berlangsung beberapa minggu. Sehingga kasus baru dapat muncul ketika individu sudah berpindah lokasi,” jelasnya, Sabtu (9/5/2026).

Pola Penularan

Laura menambahkan mobilitas lintas negara dalam perjalanan laut berpotensi memperluas jangkauan deteksi kasus tanpa menunjukkan lokasi infeksi awal secara langsung.

Dia menjelaskan hantavirus menular melalui paparan partikel yang berasal dari urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi.

Penularan tidak memerlukan kontak langsung, melainkan cukup melalui inhalasi partikel yang terkontaminasi.

Kondisi ini membuat aktivitas di lingkungan dengan populasi hewan pengerat tinggi berisiko meningkatkan infeksi.

Sebagian besar, kata diam hantavirus tidak menunjukkan transmisi antarmanusia.

“Namun, beberapa strain tertentu seperti Andes virus memiliki kemampuan terbatas untuk menular antarmanusia,” tambahnya.

Oleh karena itu, ia menilai investigasi epidemiologi dan analisis genomik tetap menjadi langkah penting untuk memastikan pola penularan yang terjadi.

Selain itu, perubahan lingkungan seperti perubahan iklim dan pergeseran habitat hewan juga ikut memengaruhi distribusi reservoir penyakit. “Aktivitas manusia di wilayah baru dan meningkatnya ekowisata memperbesar peluang kontak dengan sumber zoonosis yang sebelumnya terbatas di habitat tertentu,” ujarnya.

Gejala Awal hingga Mitigasi

Dari sisi klinis, Laura menjelaskan bahwa hantavirus memiliki gejala awal yang tidak spesifik, seperti demam, kelelahan, dan gangguan gastrointestinal.

Kondisi ini dapat berkembang cepat menjadi pneumonia berat. Kemudian berlanjut ke Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), hingga syok. Pada fase ini, pasien membutuhkan penanganan intensif di fasilitas kesehatan.

Ia menambahkan bahwa bentuk berat infeksi hantavirus, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang memiliki tingkat fatalitas cukup tinggi.

“Pada kasus HPS, tingkat fatalitas dapat mencapai 30–50 persen. Terutama jika penanganan tidak dilakukan secara cepat,” jelasnya.

Laura menegaskan pentingnya deteksi awal dan penguatan sistem surveilans kesehatan, termasuk surveilans genomik, untuk memahami pola penyebaran virus.

Ia juga mendorong penerapan pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Sekretaris Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Unair itu juga menekankan bahwa penguatan sanitasi, pemantauan gejala, serta komunikasi risiko yang efektif menjadi kunci dalam mencegah penyebaran.

“Dalam era mobilitas global yang semakin tinggi, kesiapsiagaan sistem kesehatan dan deteksi dini sangat diperlukan untuk mencegah eskalasi kasus serupa di masa depan,” pungkasnya.

headline kapal pesiar kesehatan tikus unair virus hanta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleWajib Nonton, Ini Deretan Drama China Tayang Mei 2026
Next Article Uang Sitaan Korupsi Bantu Danai MBG
Icha Balqis

Friendly Woman yang sering lost signal.

Related Posts

Dua Gunung di Jawa Timur Erupsi Hampir Bersamaan, Ini Penjelasan-Potensi Bahayanya

07 November 2026 / 13:03 WIB

Semeru Kembali Erupsi 7 Kali Jumat 6 Nov 2026, Sehari Sebelumnya Luncurkan Awan Panas 4,5 Km

06 November 2026 / 14:08 WIB

Gunung Bromo Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, BPBD Minta Wisatawan Waspada

06 November 2026 / 13:18 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Dua Gunung di Jawa Timur Erupsi Hampir Bersamaan, Ini Penjelasan-Potensi Bahayanya

07 November 2026 / 13:03 WIB

Cara Mengenali HP Disadap dan Melindungi Data Pribadi, Kenali Tanda-tandanya

07 November 2026 / 12:24 WIB

Semeru Kembali Erupsi 7 Kali Jumat 6 Nov 2026, Sehari Sebelumnya Luncurkan Awan Panas 4,5 Km

06 November 2026 / 14:08 WIB

Nowela dan Bennett A.K. Rilis “Semangat Maju”, Lagu untuk Mimpi Indonesia Jadi Juara

06 November 2026 / 13:41 WIB

Gunung Bromo Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, BPBD Minta Wisatawan Waspada

06 November 2026 / 13:18 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.