Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Rilis Pers»Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Bali-Nusa Tenggara Paling Tinggi
Rilis Pers

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Bali-Nusa Tenggara Paling Tinggi

BPSBPS06 Mei 2026 / 09:13 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi-AI

Ekonomi Indonesia Resilien dan Tumbuh Solid Pada Triwulan 1-2026

Jakarta (iddaily.net) –
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi terbaru triwulan 1-2026. Di tengah dinamika geopolitik global, ekonomi Indonesia tetap resilien dan mencatat pertumbuhan yang solid.

Pada triwulan 1-2026, PDB Indonesia mampu tumbuh hingga 5,61 persen (y-on-y), melampaui periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen.

Ekonomi sejumlah negara mitra dagang utama juga mencatat pertumbuhan yang positif pada triwulan 1-2026, diantaranya: Vietnam 7,8 persen
Malaysia 5,3 persen
Tiongkok 5,0 persen
Singapura 4,6 persen
Korea Selatan 3,6 persen
Amerika Serikat 2,7 persen.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan bahwa konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi triwulan 1-2026.

“Ekonomi Indonesia pada triwulan 1-2026 tumbuh 5,61 persen (y-on-y), salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga,” ungkap Amalia pada konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/5). Ia menjelaskan, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yaitu 2,94 persen.

Kinerja konsumsi rumah tangga pada triwulan 1-2026 utamanya didorong oleh mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan Hari Besar Keagamaan (Nyepi dan Idulfitri, red), berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi, serta berbagai stimulus pemerintah untuk mendorong konsumsi seperti diskon tiket transportasi, pemberian THR atau gaji ke-14, serta penetapan BI rate pada level 4,75 persen sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jumlah perjalanan wisatawan nusantara tumbuh hingga 13,14 persen (y-on-y) pada triwulan 1-2026, diikuti peningkatan jumlah penumpang di beberapa moda transportasi seperti angkutan darat, ASDP, angkutan udara, dan angkutan laut,” jelas Amalia. Ia melanjutkan, pertumbuhan jumlah penumpang angkutan darat bahkan mencapai 20,20 persen (y-on-y) pada triwulan 1-2026.

Selain konsumsi rumah tangga, komponen lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan 1-2026 dari sisi pengeluaran adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh solid sebesar 5,96 persen.

Angka ini didorong oleh investasi pemerintah, antara lain pembangunan terkait prioritas nasional dan investasi swasta.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh impresif hingga 21,81 persen seiring meningkatnya realisasi belanja pegawai melaui pembayaran gaji ke-14 (THR) serta peningkatan belanja barang dan jasa terutama melalui program untuk masyarakat: Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari sisi lapangan usaha, BPS mencatat lima sektor utama yang memberikan kontribusi besar terhadap total PDB triwulan 1-2026, yaitu industri pengolahan (19,07 persen), perdagangan (13,28 persen), pertanian (12,67 persen), konstruksi (9,81 persen), dan pertambangan (8,69 persen).

Beberapa sektor turut mencatat pertumbuhan yang tinggi, seperti akomodasi dan makan minum yang mampu tumbuh hingga 13,14 persen didorong oleh perluasan cakupan program MBG dan momen libur nasional; sektor jasa lainnya tumbuh 9,91 persen, didorong oleh peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara; serta sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

Selanjutnya, BPS mencatat sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen pada triwulan 1-2026 (y-on-y). Kinerja sektor ini terutama didorong oleh industri makanan dan minuman, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional.

“Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Amalia.

Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor mampu tumbuh 6,26 persen pada triwulan 1-2026 (y-on-y) seiring meningkatnya produksi domestik​ dan impor.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi barang pertanian dan industri pengolahan, impor barang-barang konsumsi, barang modal dan bahan baku, serta aktivitas belanja masyarakat.

Sementara itu, sektor konstruksi mencatat pertumbuhan yang solid 5,49 persen pada triwulan 1-2026 (y-on-y), didorong oleh peningkatan aktivitas konstruksi baik oleh pemerintah maupun swasta. Sedangkan sektor pertanian tumbuh stabil pada angka 4,97 persen untuk triwulan 1-2026 (y-on-y).

Secara regional, pada triwulan-1 2026, wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, serta Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan tertinggi terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebesar 7,93 persen, diikuti Sulawesi 6,95 persen serta Jawa 5,79 persen (y-on-y).

BPS pertumbuhan ekonomi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMegawati Hangestri Pertiwi Mundur dari Timnas Voli Indonesia
Next Article Political Uncertainty Hinggapi Banyak Negara
BPS

Badan Pusat Statistik

Related Posts

Inflasi Indonesia Oktober 2026 Capai 3,23 Persen, Harga Pangan Masih Jadi Sorotan

03 November 2026 / 10:40 WIB

Penggerebekan Ugal-Ugalan, DPR Desak LPSK Turun Tangan

31 Oktober 2026 / 08:23 WIB

Libatkan Gen Z Kenali Mikroplastik, Raih Penghargaan Edukasi Sains

31 Oktober 2026 / 08:00 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Dua Gunung di Jawa Timur Erupsi Hampir Bersamaan, Ini Penjelasan-Potensi Bahayanya

07 November 2026 / 13:03 WIB

Cara Mengenali HP Disadap dan Melindungi Data Pribadi, Kenali Tanda-tandanya

07 November 2026 / 12:24 WIB

Semeru Kembali Erupsi 7 Kali Jumat 6 Nov 2026, Sehari Sebelumnya Luncurkan Awan Panas 4,5 Km

06 November 2026 / 14:08 WIB

Nowela dan Bennett A.K. Rilis “Semangat Maju”, Lagu untuk Mimpi Indonesia Jadi Juara

06 November 2026 / 13:41 WIB

Gunung Bromo Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, BPBD Minta Wisatawan Waspada

06 November 2026 / 13:18 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.