Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Peristiwa»Benarkah Sesar Aktif Surabaya Bisa Picu Gempa Besar? Pakar ITS Ungkap Fakta
Peristiwa

Benarkah Sesar Aktif Surabaya Bisa Picu Gempa Besar? Pakar ITS Ungkap Fakta

Icha BalqisIcha Balqis10 September 2026 / 16:45 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Patahan sesar aktif yang melintasi Pasuruan, Surabaya, hingga Bangkalan(Dok BMKG)
Patahan sesar aktif yang melintasi Pasuruan, Surabaya, hingga Bangkalan(Dok BMKG)

Surabaya (iddaily.net) – Informasi mengenai sesar aktif di Surabaya kembali menjadi perhatian setelah beredar video di media sosial yang menyebut adanya patahan aktif baru yang melintasi Surabaya hingga Madura.

Lantas, benarkah keberadaan sesar aktif tersebut berarti Surabaya akan dilanda gempa besar?

Pakar Geologi sekaligus Peneliti Senior Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Ir Amien Widodo MSi meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi mengenai sesar yang beredar di media sosial jika tidak disertai data resmi.

Menurut Amien, keberadaan sesar aktif di Surabaya bukanlah temuan baru.

Berdasarkan data yang selama ini digunakan dalam kajian kegempaan, Surabaya memang dilalui dua segmen sesar, yakni Sesar Surabaya dan Sesar Waru yang merupakan bagian dari sistem Sesar Kendeng.

“Yang lewat Surabaya biasanya itu dua itu, Sesar Surabaya sama Sesar Waru,” ujar Amien saat dikonfirmasi media seperti dilansir dari Kompas.com.

Bukan Sesar Baru

Amien menyoroti video yang menyebut adanya “sesar aktif baru” atau jalur sesar Surabaya-Madura.

Menurutnya, informasi seperti itu semestinya disertai peta dan sumber data yang dapat diverifikasi.

“Mestinya ada peta publikasi dari Kementerian ESDM,” kata Amien.

Ia menilai masyarakat perlu melihat data asli sebelum menyimpulkan adanya jalur patahan baru.

Hingga data yang diketahuinya, jalur sesar yang berkaitan dengan Surabaya adalah Sesar Surabaya dan Sesar Waru.

Amien juga mengatakan belum menemukan peta resmi yang menunjukkan adanya sesar baru yang mengarah langsung dari Surabaya menuju Madura seperti yang digambarkan dalam video viral tersebut.

Apakah Sesar Surabaya Bisa Picu Gempa Besar?

Jawabannya, potensi gempa memang ada, karena sesar aktif dapat menjadi sumber gempa.

Namun, keberadaan sesar aktif tidak berarti gempa besar akan terjadi dalam waktu dekat.

Kajian ITS sebelumnya menunjukkan dua segmen Kendeng yang berada di sekitar Surabaya, yaitu segmen Surabaya dan Waru, memang menjadi objek penelitian potensi bahaya gempa.

ITS juga telah melakukan kajian geofisika dan geoteknik untuk mengetahui karakteristik sesar serta kondisi tanah di wilayah Surabaya.

Dalam kajian ITS yang dipublikasikan pada 2019, kedua sesar tersebut disebut memiliki potensi gempa sekitar M 6,5.

Namun, angka tersebut merupakan potensi atau skenario sumber gempa dalam kajian, bukan ramalan bahwa gempa berkekuatan tersebut pasti akan terjadi.

Artinya, masyarakat tidak perlu menerjemahkan keberadaan sesar aktif sebagai tanda bahwa gempa besar sedang menuju Surabaya.

Yang Perlu Dilakukan Bukan Panik tapi Bersiap

Amien sebelumnya juga menekankan pentingnya mitigasi untuk menghadapi potensi gempa.

Menurutnya, tingkat risiko tidak hanya ditentukan oleh keberadaan sesar. Kondisi tanah dan kekuatan bangunan juga menjadi faktor penting.

“Bila kawasan tersebut mempunyai kondisi tanah yang buruk dan bangunan yang kurang kokoh, maka bisa dikategorikan kawasan berisiko tinggi,” jelas Amien dalam keterangan ITS.

Karena itu, langkah yang lebih penting adalah melakukan pemetaan risiko, memperkuat bangunan, memperhatikan tata ruang, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan ketika gempa terjadi.

ITS sendiri telah melakukan berbagai penelitian mengenai kondisi bawah permukaan Surabaya, termasuk karakteristik tanah dan potensi amplifikasi gelombang gempa.

Penelitian terbaru di ITS juga masih menempatkan Sesar Waru dan Sesar Surabaya sebagai faktor yang perlu diperhitungkan dalam kajian bahaya gempa di Surabaya.

Gempa Besar Bisa Diprediksi?

Inilah bagian yang penting dipahami masyarakat.

Tidak ada yang bisa memastikan kapan gempa akan terjadi hanya dengan melihat keberadaan sesar aktif.

Karena itu, informasi mengenai sesar sebaiknya tidak disebarkan dengan narasi yang membuat masyarakat seolah-olah sedang menunggu terjadinya gempa besar.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang Ricko Kardoso juga meminta masyarakat tidak panik menyikapi informasi mengenai sesar aktif. Menurutnya, kajian mengenai bahaya gempa justru harus menjadi dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Warga tidak perlu khawatir,” kata Ricko.

Ia menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya meningkatkan pengetahuan mengenai apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa. Sebab, hingga kini waktu terjadinya gempa belum dapat diprediksi secara pasti.

Dengan demikian, keberadaan Sesar Surabaya dan Sesar Waru memang perlu menjadi perhatian, tetapi bukan alasan untuk panik.

Yang lebih penting adalah memastikan informasi berasal dari sumber resmi, memahami risiko di wilayah tempat tinggal, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa.

Jadi, benarkah sesar aktif Surabaya bisa memicu gempa besar? Potensinya memang menjadi bagian dari kajian kebencanaan, tetapi tidak berarti gempa besar akan segera terjadi.

Yang bisa dilakukan masyarakat adalah tetap tenang, waspada, dan siap menghadapi kemungkinan bencana.

apakah Surabaya bisa gempa besar gempa besar Surabaya its surabaya pakar ITS sesar Surabaya potensi gempa Surabaya sesar aktif Surabaya sesar aktif Surabaya terbaru Sesar Kendeng Sesar Surabaya Sesar Waru
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleThe Early Spring Ending: Apakah Luan Nian dan Shang Zhitao Berakhir Bersama?
Next Article 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda: Pelampung Ditemukan, TNI AL Minta Tak Berspekulasi
Icha Balqis

Friendly Woman yang sering lost signal.

Related Posts

Gandrung Sewu 2026 Menyala di Tengah Gelap, 1.300 Penari Meriahkan Pantai Boom Banyuwangi

25 Oktober 2026 / 09:57 WIB

Karhutla Jatim Capai 11.449 Ha, 77 Persen Lahan Terbakar di Hutan Konservasi

24 Oktober 2026 / 11:47 WIB

Hari Santri 2026, Cak Imin Tantang Santri Berantas Kemiskinan dan Kuasai Teknologi

22 Oktober 2026 / 18:02 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Hari Sumpah Pemuda 2026: Mengapa Persatuan Pemuda Tetap Penting?

27 Oktober 2026 / 13:00 WIB

Meiska Rilis Ulang Aku Cuma Punya Hati, Intro dan Bridge Kini Berbeda

27 Oktober 2026 / 12:15 WIB

Negara Gagal Lindungi Korban Karhutla, 293 Perusahaan Terseret Sepanjang 2026

27 Oktober 2026 / 11:56 WIB

Jempol untuk Blak-Blakan Dony

27 Oktober 2026 / 08:22 WIB

Kemenhaj: Hindari Transit Malaysia dan Singapura demi Keamanan dan Ekonomi Nasional

27 Oktober 2026 / 06:56 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.