Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Peristiwa»Gandrung Sewu 2026 Menyala di Tengah Gelap, 1.300 Penari Meriahkan Pantai Boom Banyuwangi
Peristiwa

Gandrung Sewu 2026 Menyala di Tengah Gelap, 1.300 Penari Meriahkan Pantai Boom Banyuwangi

Icha BalqisIcha Balqis25 Oktober 2026 / 09:57 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
1.300 Penari Gandrung Sewu menyala di tengah malam/Dok Instagram Gandrung Sewu
1.300 Penari Gandrung Sewu menyala di tengah malam/Dok Instagram Gandrung Sewu

Jakarta (iddaily.net) – Festival Gandrung Sewu 2026 menghadirkan wajah berbeda dengan pertunjukan tari kolosal pada malam hari di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026).

Mengusung konsep glow in the dark, perhelatan tahun ini melibatkan 1.300 penari dan mengangkat tema “Kembang Dermo”.

Dilansir dari situs resmi Pemkab Banyuwangi, perubahan waktu pertunjukan menjadi salah satu pembaruan penting dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya digelar siang hari, pada 2026 festival budaya khas Banyuwangi ini tampil dalam suasana malam dengan perpaduan seni tari, permainan cahaya, dan teknologi pertunjukan.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyebut para penari menggunakan instrumen khusus yang membuat penampilan mereka memancarkan cahaya warna-warni.

Konsep tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman berbeda tanpa meninggalkan akar budaya Tari Gandrung.

Gandrung Sewu berlangsung di kawasan Pantai Boom Marina yang berlatar Selat Bali. Festival ini menjadi salah satu agenda budaya unggulan Banyuwangi dan telah diselenggarakan sejak 2012.

Tema Kembang Dermo Angkat Tradisi Banyuwangi

Tema “Kembang Dermo” menjadi bagian penting dari penyelenggaraan Gandrung Sewu 2026.

Tema tersebut mengangkat nilai adat dan tradisi yang hidup serta berkembang di tengah masyarakat Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dalam keterangannya mengatakan perubahan pertunjukan ke malam hari membuka ruang eksplorasi artistik yang lebih luas.

“Perubahan waktu pertunjukan bukan sekadar menghadirkan suasana berbeda. Panggung malam membuka ruang eksplorasi artistik yang lebih luas, dengan permainan cahaya dan visual yang memperkuat kemegahan gerak ribuan penari Gandrung,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, Gandrung Sewu bukan sekadar atraksi wisata, melainkan juga bagian dari upaya menjaga keluhuran budaya Banyuwangi.

Melalui festival tersebut, pemerintah daerah berupaya memperkenalkan identitas budaya lokal kepada masyarakat luas, sekaligus mendorong regenerasi penari muda agar kesenian tradisional tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Teknologi dipamerkan saat Gandrung Sewu/Dok Instagram Gandrung Sewu
Teknologi dipamerkan saat Gandrung Sewu/Dok Instagram Gandrung Sewu

Gandrung Sewu Dorong Kunjungan Wisatawan

Dampak Gandrung Sewu 2026 juga terasa pada sektor pariwisata dan Pemkab Banyuwangi melaporkan sejumlah hotel dan homestay mengalami peningkatan pemesanan menjelang pertunjukan pada 24 Oktober.

Dalam laporan resmi Pemkab Banyuwangi pada 24 Oktober 2026, El Hotel Banyuwangi menyebut seluruh kamar pada 24 Oktober telah terisi.

Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center juga melaporkan kamar-kamarnya penuh hingga 25 Oktober.

Sales Manager El Hotel Banyuwangi, Devi Krisna, mengatakan peningkatan okupansi mulai terjadi pada 21 Oktober. Mayoritas tamu hotel berasal dari Jakarta, Bali, dan Surabaya.

“Peningkatan okupansi terjadi sejak Rabu (21/10). Mayoritas tamu kami adalah rombongan dari Jakarta, Bali, dan Surabaya yang sengaja stay sampai tanggal 25, untuk menyaksikan Gandrung Sewu. Bahkan tanggal 24, semua kamar kami penuh sehingga harus menolak reservasi,” ujar Devi, sebagaimana dikutip dalam publikasi Pemkab Banyuwangi.

Sementara itu, pemilik Didu’s Homestay, Maya Subagio, menyebut acara pariwisata turut meningkatkan permintaan penginapan, termasuk dari wisatawan mancanegara.

“Setiap ada event, pasti okupansi ikut terdongkrak. Kali ini, saya kedatangan sejumlah tamu dari Eropa, yakni Perancis dan Belanda, yang sengaja ingin menyaksikan Gandrung Sewu,” kata Maya dalam laporan yang sama.

Peningkatan kunjungan tersebut memperlihatkan potensi festival budaya untuk menggerakkan sektor usaha lokal, mulai dari penginapan hingga perdagangan dan jasa wisata.

Perjalanan Gandrung Sewu Sejak 2012

Gandrung Sewu pertama kali digelar pada 2012 dengan tema “Jejer Gandrung”, yang mengangkat kisah kelahiran Tari Gandrung.

Sejak itu, festival berkembang menjadi pertunjukan kolosal yang mengangkat sejarah, adat, perjuangan, dan keberagaman budaya Banyuwangi.

Tari Gandrung sendiri merupakan kesenian khas masyarakat Osing yang menjadi salah satu identitas budaya Banyuwangi dan kata “gandrung” bermakna terpikat atau mencintai.

Pada 2026, penyelenggaraan Gandrung Sewu memasuki tahun ke-14 dengan pendekatan pertunjukan malam dan teknologi pencahayaan.

Pembaruan ini menjadi upaya memperluas daya tarik festival sekaligus menjaga keberlanjutan seni tradisional.

Melalui perpaduan tradisi dan inovasi pertunjukan, Gandrung Sewu diharapkan terus menjadi ruang pelestarian budaya, regenerasi seniman, serta penggerak pariwisata Banyuwangi.

Festival Banyuwangi 2026 Gandrung Sewu 2026 Gandrung Sewu Banyuwangi Gandrung Sewu glow in the dark headline Kembang Dermo Pantai Boom Marina Banyuwangi wisata budaya Banyuwangi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKarhutla Jatim Capai 11.449 Ha, 77 Persen Lahan Terbakar di Hutan Konservasi
Icha Balqis

Friendly Woman yang sering lost signal.

Related Posts

Karhutla Jatim Capai 11.449 Ha, 77 Persen Lahan Terbakar di Hutan Konservasi

24 Oktober 2026 / 11:47 WIB

Mengenal Gandrung Sewu, Festival Tari Kolosal yang Jadi Ikon Banyuwangi

23 Oktober 2026 / 15:00 WIB

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Gandrung Sewu 2026 Menyala di Tengah Gelap, 1.300 Penari Meriahkan Pantai Boom Banyuwangi

25 Oktober 2026 / 09:57 WIB

Karhutla Jatim Capai 11.449 Ha, 77 Persen Lahan Terbakar di Hutan Konservasi

24 Oktober 2026 / 11:47 WIB

Mengenal Gandrung Sewu, Festival Tari Kolosal yang Jadi Ikon Banyuwangi

23 Oktober 2026 / 15:00 WIB

BMKG Ingatkan Cuaca Panas-Kering Masih Berlanjut, Jatim Sempat Capai 38 Derajat Celsius

23 Oktober 2026 / 14:06 WIB

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.