Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Peristiwa»Hari Kedua Nihil, Tim SAR Perluas Pencarian hingga Pulau Kecil Selat Sunda
Peristiwa

Hari Kedua Nihil, Tim SAR Perluas Pencarian hingga Pulau Kecil Selat Sunda

Icha BalqisIcha Balqis10 September 2026 / 11:02 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Tim SAR memperluas pencarian 8 orang yang menuju Gunung Anak Krakatau/Foto: Iman Dwi Nugroho
Tim SAR memperluas pencarian 8 orang yang menuju Gunung Anak Krakatau/Foto: Iman Dwi Nugroho

Jakarta (iddaily.net) – Pencarian terhadap 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedua.

Tim SAR gabungan memperluas area pencarian hingga menyisir perairan di sekitar sejumlah pulau kecil di Selat Sunda.

Namun, hingga pencarian hari kedua berakhir, keberadaan rombongan tersebut masih belum ditemukan.

Dilansir dari Antara, operasi pencarian hari kedua pada Rabu (9/9/2026) diperluas dengan membagi kekuatan menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).

Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau wilayah pencarian yang lebih luas di perairan Selat Sunda.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan berbagai unsur SAR serta dukungan sarana laut dan udara.

“Operasi SAR hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta dukungan penuh sarana laut dan udara,” kata Edy Prakoso.

Pihaknya mengerahkan empat SRU untuk melakukan penyisiran dengan radius yang lebih luas.

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan area penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM).

SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan cakupan 69,5 NM, sedangkan SRU 3 mengoperasikan RIB 01 Lampung dengan jangkauan 67 NM.

Sementara itu, SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk melakukan penyisiran khusus di perairan sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Selain kapal utama, operasi juga didukung KP Sanjaya, RIB 03 Lampung, kendaraan penyelamat, truk personel serta drone thermal untuk membantu pemantauan dari udara.

Hasil Pencarian Hari Kedua Nihil

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan pencarian dilakukan secara maksimal dengan memperluas area penyisiran dan mengoptimalkan seluruh unsur serta sarana yang tersedia.

Namun, sampai pencarian hari kedua dilakukan, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang dilaporkan hilang kontak.

Perluasan pencarian dilakukan berdasarkan analisis pergerakan dan kemungkinan arah hanyut di laut.

Sebelumnya, Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Riski Dwiyanto mengatakan hasil pemetaan SAR mengarah ke wilayah barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau.

Karena itu, wilayah pencarian tidak hanya berfokus di sekitar lokasi terakhir kapal diketahui berada, tetapi diperluas ke sejumlah sektor di Selat Sunda.

8 Orang Masih Pencarian

8 Orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal.

5 Jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, serta Donal, pewarta lepas.

Sementara tiga orang lainnya adalah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) yang menjadi pemandu rombongan.

Rombongan tersebut sebelumnya berangkat dari kawasan Carita untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kontak dengan rombongan kemudian terputus di perairan Selat Sunda.

Kondisi Laut Relatif Kondusif

Dalam operasi hari kedua, kondisi cuaca di wilayah pencarian dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 14 knot.

Ketinggian gelombang laut berada pada kisaran 0,4 hingga 1 meter, sehingga kondisi perairan saat pencarian relatif kondusif.

Basarnas juga mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna jasa transportasi laut di sekitar Selat Sunda untuk segera memberikan informasi apabila menemukan petunjuk yang diduga berkaitan dengan keberadaan kapal atau para korban.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso menegaskan seluruh kekuatan yang tersedia akan terus dioptimalkan untuk mendukung operasi pencarian.

“Basarnas beserta unsur di lapangan akan mengoptimalkan seluruh kekuatan yang ada.”

Basarnas juga meminta dukungan doa agar proses pencarian berjalan lancar, aman, dan seluruh korban dapat segera ditemukan.

Basarnas Anak Krakatau jurnalis hilang Anak Krakatau pencarian Anak Krakatau Pulau Panjang Pulau Rakata SAR Selat Sunda
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSesar Aktif Surabaya-Madura Viral, Benarkah Sesar Baru? Ini Penjelasan BMKG
Next Article Sesar Aktif di Surabaya Melintasi Wilayah Mana Saja? Ini Kata BMKG
Icha Balqis

Friendly Woman yang sering lost signal.

Related Posts

Gandrung Sewu 2026 Menyala di Tengah Gelap, 1.300 Penari Meriahkan Pantai Boom Banyuwangi

25 Oktober 2026 / 09:57 WIB

Karhutla Jatim Capai 11.449 Ha, 77 Persen Lahan Terbakar di Hutan Konservasi

24 Oktober 2026 / 11:47 WIB

Hari Santri 2026, Cak Imin Tantang Santri Berantas Kemiskinan dan Kuasai Teknologi

22 Oktober 2026 / 18:02 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Hari Sumpah Pemuda 2026: Mengapa Persatuan Pemuda Tetap Penting?

27 Oktober 2026 / 13:00 WIB

Meiska Rilis Ulang Aku Cuma Punya Hati, Intro dan Bridge Kini Berbeda

27 Oktober 2026 / 12:15 WIB

Negara Gagal Lindungi Korban Karhutla, 293 Perusahaan Terseret Sepanjang 2026

27 Oktober 2026 / 11:56 WIB

Jempol untuk Blak-Blakan Dony

27 Oktober 2026 / 08:22 WIB

Kemenhaj: Hindari Transit Malaysia dan Singapura demi Keamanan dan Ekonomi Nasional

27 Oktober 2026 / 06:56 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.