Jakarta (Iddaily.net) – Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus menumbuhkan rasa syukur dan kecintaan kepada Nabi.
Peringatan Maulid Nabi di Indonesia biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan.
Mulai dari membaca Al-Qur’an, shalawat, dzikir, pembacaan riwayat Nabi, ceramah agama, hingga berbagi makanan dan bersedekah.
Menurut NU Online, ungkapan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam artikel “Amalan Sunnah yang Bisa Dikerjakan di Hari Maulid Nabi Muhammad”, NU Online menyebut sejumlah bentuk kegiatan yang dapat dilakukan dalam momentum Maulid.
Lantas apa saja amalan yang bisa dilakukan saat Maulid Nabi?
1. Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah yang dapat dilakukan untuk mengisi momentum Maulid Nabi.
NU Online mengutip pandangan Imam Jalaluddin As-Suyuthi yang menjelaskan bahwa rasa syukur kepada Allah SWT dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk ibadah, termasuk membaca Al-Qur’an.
Membaca Al-Qur’an juga dapat dilanjutkan dengan memahami kandungan ayat dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Memperbanyak Shalawat
Maulid Nabi juga dapat menjadi momentum untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Shalawat merupakan salah satu bentuk ungkapan kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah.
Kegiatan pembacaan shalawat juga menjadi bagian yang umum dilakukan dalam berbagai peringatan Maulid Nabi di Indonesia.
Dengan memperbanyak shalawat, umat Islam diharapkan semakin mengingat sosok Rasulullah dan ajaran yang beliau sampaikan.
3. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Selain membaca Al-Qur’an dan shalawat, umat Islam dapat mengisi momentum Maulid dengan memperbanyak dzikir dan doa.
Dzikir dapat dilakukan dengan membaca istighfar, tasbih, tahmid, takbir maupun bacaan dzikir lainnya.
Momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT, meminta keberkahan, serta mendoakan kebaikan bagi diri sendiri, keluarga dan sesama.
4. Bersedekah
Sedekah menjadi salah satu bentuk kebaikan yang dapat dilakukan dalam rangka mengungkapkan rasa syukur.
NU Online menjelaskan bahwa ungkapan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas kebaikan, termasuk sedekah.
Sedekah tidak harus selalu berupa uang. Membantu orang yang membutuhkan, memberikan makanan, atau berbagi sebagian rezeki kepada sesama juga dapat menjadi bentuk kepedulian.
5. Berbagi Makanan
Berbagi makanan menjadi salah satu tradisi yang banyak ditemui dalam peringatan Maulid Nabi di Indonesia.
NU Online memasukkan berbagi makanan sebagai salah satu bentuk aktivitas yang dapat dilakukan dalam momentum Maulid.
Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mempererat hubungan dengan keluarga, tetangga dan masyarakat sekitar.
Tidak harus dengan hidangan mewah, berbagi makanan sesuai kemampuan dapat menjadi bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian kepada sesama.
6. Membaca Riwayat Kehidupan Nabi Muhammad SAW
Mengenal kehidupan Rasulullah juga dapat menjadi bagian dari kegiatan Maulid Nabi.
Pembacaan kitab atau riwayat Nabi dapat membantu umat Islam mengenal perjalanan hidup Rasulullah, perjuangan dakwah, sifat-sifat beliau serta berbagai teladan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
Dengan mengenal lebih dekat kehidupan Nabi, peringatan Maulid diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah.
7. Membaca Pujian atas Akhlak Rasulullah
Dilansir dari NU Online, pembacaan atau penggubahan pujian atas akhlak Rasulullah juga termasuk bentuk kegiatan yang dapat dilakukan dalam momentum Maulid.
Pujian tersebut dapat menjadi sarana untuk mengingat kembali sifat dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada beliau.
8. Mengikuti Ceramah atau Tausiyah
Peringatan Maulid Nabi di Indonesia umumnya juga diisi dengan ceramah atau tausiyah.
Dalam NU Online menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi bagian edukasi yang memberikan motivasi kepada masyarakat untuk melakukan amal saleh.
Materi ceramah dapat membahas kehidupan Rasulullah, akhlak beliau, perjuangan dakwah, maupun cara menerapkan nilai-nilai keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
9. Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW
Selain memperbanyak ibadah dan kegiatan keagamaan, momentum Maulid Nabi dapat dimanfaatkan untuk melakukan introspeksi diri.
Mengenang Rasulullah seharusnya mendorong umat Islam untuk berusaha meneladani akhlak beliau.
Nilai seperti kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, kerendahan hati dan kepedulian terhadap sesama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi juga melalui perilaku setelahnya.
Maulid Nabi sebagai Momentum Bersyukur
Pada dasarnya ungkapan rasa syukur merupakan sesuatu yang dianjurkan dalam Islam.
Karena itu, ungkapan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW dapat diwujudkan melalui berbagai amal kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Imam Jalaluddin As-Suyuthi, sebagaimana dikutip NU Online, menyebut bentuk syukur dapat diwujudkan melalui berbagai ibadah, seperti shalat sunnah, puasa, sedekah dan membaca Al-Qur’an.
Dengan demikian, Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk memperbanyak amal kebaikan sekaligus mengingat kembali keteladanan Rasulullah.
Yang tidak kalah penting, semangat Maulid sebaiknya tidak berhenti pada satu hari atau kegiatan tertentu.
Nilai-nilai yang dipelajari dari kehidupan Nabi dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
