20 June 2011

Aku sudah lama mati | Puisi untuk Ruyati

Bukan karena pedang pancung menghujam di urat nadi leherku
Bukan pada saat  darah bersimbah menetes merah pada pasir Saudi yang putih



Bukan..bukan itu
Aku sudah lama mati tatkala anakku bersekolah
Sudah mulai berhenti tatkala beras yang hendak dimasak tak ada lagi
Tatkala para cukong TKI menyatakan aku berhutang tanpa bukti

Aku telah lama mati
Karena jasadku bekerja tanpa rasa
Harga diriku tergantung di leher unta
Rintihanku terbawa angin
Keluhanku terbawa waktu

Tak ada satu pun yang mau mendengar
Karena  mereka sibuk menghitung devisa negara
Tertawa-tawa menyatakan telah memenuhi target APBN kita

Aku telah lama mati
Bukan karena hukuman pancung
Tapi karena tak ada tempat aku berlindung

Undang-undang, tidak
Pemerintah, tidak
Yang ada hanya yang tidak-tidak

Aku telah lama mati
Lama sekali  mati di negeri ini
Kematianku ditangisi
Tapi terus berulang kembali

Aku telah lama mati
Lama sekali mati di negeri ini
Kematianku ditangisi
Tapi terus berulang kembali

Aku telah lama mati
Bukan pada saat dipancung hukuman mati sekarang ini
Tapi sudah lama sejak berangkat Menjadi TKI

Hardi S Hood | Anggota DPD RI

No comments:

Post a Comment