08 March 2011

Lintah dalam masakan kangkung

Suka kangkung, petis kangkung, kangkung tumis, dll, yang berkaitan dgn kangkung? Mungkin cerita ini dapat menjadi pertimbangan bagi anda ketika hendak makan kangkung. Tolong baca pelan-pelan.


Pada suatu hari, di klinik yang terkenal di Malaysia, semua dokter kebingungan karena ada seorang anak kecil yang menderita sakit perut. Anak itu dibawa ke klinik oleh orang tuanya setelah 2 hari menderita diare.

Sudah bermacam obat sakit perut diberikan, namun diare tidak sembuh. Kedua orang tua anak tersebut menjelaskan, kangkung tumis adalah makanan terakhir yang disantap di anak. Setelah itu, setiap makanan yang dimakan, dimuntahkan.

Dokter segera melakukan Xray , ternyata dalam usus anak tersebut telah berkembang biak lintah dengan anaknya yang kecil-kecil. Upaya dokter mengeluarkan lintah, mentok. Dokter menyerah. Akhirnya anak kecil malang itupun meninggal dunia.

Lintah itu sebelumnya berada di dalam batang kangkung yang besar. Memang, untuk penggemar kangkung tumis, yang paling enak adalah batangnya. Lintah yang berada di dalam batang kangkung itu tidak akan mati walau dimasak selama apapun.

Apa lagi untuk kangkung tumis, proses memasak tidak terlalu lama agar menghasilkan rasa kangkung yang sedap. Lintah hanya akan mati jika dibakar. Hanya butuh waktu 1-2 hari untuk berkembang biak dengan cepatnya karena menghuni di dalam tubuh dan terus menghisap darah yang ada. | *belum terkonfirmasi

No comments:

Post a Comment

Program

Program