18 November 2010

Mengapa PAN Tidak Tersentuh "Serangan Politik"

Iman D. Nugroho

Waktunya sok-sok omong politik. Tiba-tiba seorang kawan bertanya,"Kok PAN belum diserang secara politik oleh kelompok politik SBY ya, padahal PAN keras menyerang SBY dalam persoalan Krakatau Steel?"

Pertanyaan itu memang bukan tanpa alasan. Tentu saja, alasan terkuat berangkat dari kasus Gayus Tambunan, yang tiba-tiba terkoneksi dengan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Meski, tidak ada bukti soal itu.

Dalam kacamata politik, hal itu bisa dilihat sebagai serangan pada Partai Golkar. Bahkan, dugaan yang lebih sarkas, hal itu sengaja didesain intelejen untuk memposisikan Aburizal agar seolah-olah bertemu Gayus di Bali.

Nah, bagaimana dengan PAN? Anggota fraksi PAN, dalam frame "dosa politik", telah melakukan dosa dengan mendorong kasus Krakatau Steel. Secara tak langsung, melalui kasus itu, Hatta Rajasa, yang disebut-sebut terkait dengan penjualan saham Krakatau Steel. Lalu, mengapa PAN "dibiarkan"?

"Mungkin SBY masih memerlukan PAN. Atau PAN masih dianggap belum begitu berbahaya, dibandingkan Partai Golkar," seloroh seorang kawan. Entahlah,..
Sent trough BlackBerry®

No comments:

Post a Comment

Program

Program