14 April 2010

Menemukan Cinta di antara Mitos

Jojo Raharjo | Resensi Film When In Rome

Kalau Anda ingin menemukan film yang menggabungkan unsur romantis dan komedi, misalnya lagi bosan dengan film horor atau aksi, maka “When In Rome” yang saat ini tayang di jaringan bioskop 21 dan XXI di Indonesia adalah jawabannya.

Menyaksikan secara khusus pemutaran perdana “When In Rome” di Jakarta, film ini menjadi sangat hidup mengangkat unsur percintaan dengan gaya lucu-lucuan berlatar belakang Roma, ibukota Italia yang juga disebut kota penuh budaya itu.

Film ini mengangkat tokoh sentral Beth, yang diperankan Kristen Bell, sebagai sosok gadis yang cantik, mapan, dan memiliki karir bagus di pekerjaannya. Namun sayang dalam urusan asmara Beth yang bekerja sebagai kurator di salah satu galeri foto terkenal ini tidak seberuntung teman-temannya.

Namun siapa yang menyangka bahwa pernikahan sang adik yang dihelat di ibu kota Italia, Roma, membawanya pada sebuah perkenalan dengan seorang pemuda tampan bernama Nick, yang dimainkan secara apik oleh Josh Duhamel. Sayang harapan tinggi Beth kepada pemuda tampan ini sirna saat ia melihat Nick berciuman mesra dengan wanita Italia yang lebih cantik dan sexy dari dirinya.

Dalam keputusasaan, Beth menghampiri The Fountain of Love atau air mancur cinta, yang di negara asalnya Italia, sangat terkenal sebagai air mancur yang bisa mendatangkan cinta kepada siapa saja yang melemparkan koin ke dalam kolamnya.

Selanjutnya, adegan-adegan “When In Rome” menyajikan aneka polah lucu terkait cowok cowok yang tiba tiba nguber nguber untuk mengejar cinta Beth. Jojo bercerita, cowok cowok itu mendadak mabuk kebayang pada Beth, karena Beth iseng mengambil koin koin yang dilempar ke air mancur cinta.

Di film yang berdurasi 90 menit i Beth yang tidak percaya mitos The Fountain of Love mencoba mengambil koin-koin yang ada didasar kolam untuk menyelamatkan para pelempar koin. Tanpa ia sadari tindakan menimbulkan bencana yang tidak pernah ia duga sebelumnya, yakni dikejar kejar cowok yang sama sekali tidak dikenalnya,

Secara keseluruhan film yang diproduksi oleh Walt Disney ini sangat menarik. Sang sutradara Mark Steven Johnson menyelipkan humor segar dan pesan kebudayaan lokal yang dalam. Dan, tentunya bisa mengajak kamu berkhayal jalan jalan menyusuri kota Roma!

When In Rome memang ditujukan untuk para wanita, namun tidak ada salahnya para pria menonton film ini, karena ada beberapa adegan yang bisa mengilhami para kaum adam ini untuk menggaet wanita idaman mereka. Selain itu, kamu juga bisa melihat akting beberapa nama-nama besar Hollywood seperti Danny De Vitto, Don Johnson dan bahkan pemain basket Shaquille O'Neal.

Seusai menonton pemutaran perdana film “When In Rome”, Danty Syarif, penyiar U FM Radio mengungkapkan kesannya, kalau film ini memberi inspirasi khusus tentang bagaimana seorang anak manusia menemukan cinta dalam hidup, meski melalui jalan yang berliku. Menurutnya, film ini ceritanya beda dengan film lain. “Lucu banget, deh. Wajib ditonton sebagai inspirasi mereka yang masih single untuk mencari pasangan jiwanya,” kata Danty.

Secara khusus, Danty Syarif juga memberi apresiasi pada Kota Roma sebagai setting film ini. Baginya, keindahan Roma memberi nilai lebih tersendiri pada film ini. “Meski setting film di Romanya tidak banyak, kebanyakan hanya di sekitar patung depan gereja itu, tapi cukup menggambarkan bahwa film ini memang diambil di Roma. Juga tentang New York, sebagai kota asal bintang utama dalam film ini. It’s okaylah,” kata Danty.

Nah itulah tadi, Bedah Film kali ini, yang mengupas film “When In Rome”, mengajak kamu mendapat inspirasi tentang cinta, sembari berkelana memanjakan mata menyusuri sudut-sudut kota Roma di Italia. Sampai jumpa di Info Link berikutnya.
*Bedah Film versi online dapat kamu dengarkan di Fans Page Facebook Espira pada Rabu dan Jum’at, 14 dan 16 April 2010 pukul 11.00 dan 14.00 WIB.

| republish | Please Send Email to: iddaily@yahoo.com |

No comments:

Post a Comment

Program

Program