28 April 2010

[ Book for Good ] Biografi Setengah Hati Hatta

Diana AV Sasa

Ini kisah tentang 4 ‘istri’ yang begitu dicintai: Indonesia, rakyat Indonesia, buku, dan Rahmi. Dengan menyajikan sosok Mohammad Hatta, sebagai figur bapak bangsa yang demikian mencintai bangsanya, rakyatnya, dan buku-bukunya hingga rela bersumpah tak akan menikah sebelum kemerdekaan Indonesia tercapai, Dedi Ahimsa Ariadi, menasbihkan buku ini sebagai sebuah novel biografi.

Dedi memfigurkan seorang Hatta sebagai sosok yang bak aose di tengah gurun. Ketika situasi negeri tengah digoncang krisis kepemimpinan akibat beberapa tokoh pergerakan ditangkap dan di asingkan pemerintah kolonial Belanda, Hatta tampil sebagai orang yang paling lantang berteriak bahwa pergerakan menuju Indonesia merdeka tak boleh bergantung pada figur individu. Dengan sepenuh keyakinan dan semangat ia terus menyuarakan dan menjaga semangat kemerdekaan. Melalui tulisan dan pengkaderan di daerah-daerah, Hatta meyakini dapat memunculkan pemimpin-pemimpin baru.

Dituturkan dengan bahasa sastra yang bertabur metafora, Dedi berhasil mengaitkan antara akibat pembajakan kapal perang Belanda HNMLS De Zeven Provinciёn oleh awak kapal pribumi dan Eropa sebagai bentuk protes atas pemangkasan upah dan penangkapan beberapa awak kapal hingga menjadi sorotan internasional dan membuat pemerintah kolonial gusar, dengan terjadinya krisis kepemimpinan di negeri ini setelah Soekarno-tokoh yang menjadi panutan rakyat saat itu- ditangkap dan diasingkan. Sampai ditiik ini, Dedi sukses menampilkan latar kemunculan Hatta sebagai tokoh bangsa.

Hatta kemudian ditilik latar belakang masa kecil hingga mudanya. Dengan gaya orang ketiga, diceritakanlah bagaimana Hatta lahir di lingkup keluarga berbudaya minang yang umumnya matrialkal namun keluarga Hatta menganut patrialkal. Digambarkan pula pondasi keagamaan Hatta yang tersemai sejak belia hingga kemudian hari prinsip keagamaan itu menjadi pegangan dan sandarannya dalam memilih jalur pergerakan. Tuturan hingga 4 bab ini cenderung deskriptif dan naratif, sangat miskin dialog . Hingga tokoh Hatta terbangun melalui perspektif penulis... selengkapnya, klik di sini.

| republish | Please Send Email to: iddaily@yahoo.com |

No comments:

Post a Comment

Program

Program