YLBHI: Di penghujung tahun 2025, kami menyaksikan serangan teror dan intimidasi terhadap warga negara yang kritis, termasuk aktivis dan pemengaruh di media sosial sebagai serangan terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi. Serangan-serangan ini bukan sekadar ancaman individual, tetapi upaya sistematis untuk membungkam aspirasi publik dan melemahkan ruang partisipasi warga.
!doctype>
Tidak ada komentar