Iman D. Nugroho
Film berlatar belakang agama kembali menjadi kontroversi. Setelah film Da Vinci Code, kali ini film 2012 menjadi buah bibir. Tidak hanya buah bibir bagi masyarakat yang terkagum-kagum menontonnya, tapi juga dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengkhawatirkan film itu bisa menggoyang akidah. Karena, dalam film itu diceritakan bagaimana kiamat akan datang pada tahun 2012 atau tiga tahun lagi.
Memandang film 2012, seharusnya tidak berbeda dengan memandang film-film lain. Yakni, melihatnya sebagai sajian fiksi belaka. Artinya, tidak benar-benar terjadi. Karena memang seperti itu adanya. Film 2012 tidak ubahnya film kartun Donald Bebek yang tidak nyata. Atau film G30S-PKI yang di dalamnya berisi persepsi sejarah yang terjadi pada 30 Setember 1965. Namun, dari sudut pandang Orde Baru yang ketika itu di bawah (alm) Soeharto. Semua film, tidak lebih dari sajian fiksi.
Jadi mengapa harus dilarang-larang? Aneh!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.: Halaman Populer
-
Story | Photo | Video Ketika Berlin masih terbelah oleh tembok yang memisahkan Berlin Timur dan Berlin Barat, checkpoint (poin pemeriksaan...
-
Pelecehan terhadap tiga wartawan di Kabupaten Aceh Barat Daya oleh Bupati Abdya Akmal Ibrahim, pada Rabu (21/11) lalu berbuah perlawanan. Ti...
-
Iman D. Nugroho JFC. Jember Fashion Carnaval (JFC)-8 digelar di Jember, Jawa Timur, Minggu (2/8) ini. Dalam event itu, ditunjukkan 600-an ...
-
*Sudah ada beberapa perubahan naskah di tulisan ini. Penggunaan kata "prasejarah", telah dihapus. Dengan ini kesalahan telah diperbaiki. Pe...
-
KEBAKARAN TRUK Sebuah truk tanki pengangkut bahan bakan solar terbakar di Meulaboh, Sabtu (1/12) ini. Dalam kebakaran yang disebabkan oleh p...
.: Tema
Budaya
Sosial
Jurnalistik
Hukum
Politik
Opini
Bencana
Luar Negeri
Pendidikan
Lingkungan Hidup
Olah Raga
Video Klip
Kabar Dari Seberang
Aceh
Kesehatan
Humor
Cerita Pendek
Catatan Netherlands
Mampir Berlin
Timor Barat
Catatan Iman
Kok gitu?
Teknologi Informasi
All about sex
Central Borneo
Second Opinion
Agenda
Hiburan
Jambi Sumatera
0 komentar:
Post a Comment