17 December 2008

AJI Indonesia-Unicef Beri Penghargaan Karya Jurnalistik Anak

Iman D. Nugroho, Jakarta

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Unicef memberi penghargaan kepada jurnalis atas karya jurnalistik berprespektif anak dalam lomba bertajuk Penghargaan AJI-Unicef Untuk Karya Jurnalistik Terbaik Tentang Anak 2008. Melalui program ini, AJI dan Unicef menginginkan masyarakat bisa lebih aware dalam persoalan anak yang terus disosialisasikan melalui berita di media massa.


Hal itu dikatakan Marco Luigi, Perwakilan Unicef di Indonesia. Menurut Marco, media massa memiliki kekuatan untuk mendorong dunia global meningkatkan kepedulian kepada anak-anak di seluruh dunia. Dan di Indonesia, lomba semacam ini bisa semakin mempercepat terjadinya perubahan kepedulian itu. "Media memiliki kekuatan di dunia global, melalui penghargaan ini, Unicef ingin mendorong masyarakat untuk memenuhi hak anak," katanya.

Berita-berita tentang anak, kata Marco secara tidak langsung berhubungan erat dengan masa depan anak-anak di Indonesia. Fakta-fakta penting dikumpulkan oleh jurnalis dan disajikan ke masyarakat akan adalah bukti obyektif dari kondisi anak di Indonesia. "Melalui kondisi obyektif itu, bisa dilakukan perbaikan-perbaikan kondisi anak Indonesia," jelasnya

Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Muhammad Nuh menyadari pentingnya persoalan anak. Untuk itu, kepedulian AJI untuk mengangkat tema soal anak, harus didorong dan diteruskan. Secara tidak langsung, peduli dengan anak Indonesia sama dengan peduli dengan masa depan Indonesia. "Kalau anak lebih baik, maka masa depan akan juga lebih baik. Kalau anak-anak lebih buruk, maka masa depan akan lebih buruk," katanya.

Hanya saja, Nuh mengajak masyarakat untuk melihat pula keterbatasan pers. Di mata Nuh, kemampuan pers menampilkan fakta memiliki keterbatasan. Karena itu, penting juga dilihat komprehensifitas berita tentang anak. "Karya jurnalistik yang sekarang diangkat ada 267 karya, adalah fakta-fakta yang konferhensif. Dari data yang dimunculkan karya jurnalistik itu, bisa menarik fakta di lapangan ke satu tujuan memajukan Indonesia," katanya.

Dalam pengumuman yang dibacakan Sekretaris AJI Indonesia, Jajang Jamaluddin itu, kategori Media Cetak dimenangkan oleh Ratna Hidayati, wartawan Koran Tokoh Denpasar dengan judul berita Keluh Kesah Penyandang Cacat Dianggap tidak Sehat Jasmani. Sementara untuk kategori Radio dimenangkan oleh Rahmad Jayadi, wartawan Kantor Berita Radio 68H dengan judul Transita Transiti. Dan kategori televisi disabet oleh Agung Sakirul, wartawan TPI Jakarta dengan judul berita Ibu Gerobak

"Jurnalisme berprespektif anak perlu disosialisasikan, bukan hanya jurnalis, tapi juga pendidik dll. Agar ada pemahaman yang sama dan mendorong anak Indonesia untuk lebih baik," kata Ratna Hidayati.


No comments:

Post a Comment

Program

Program