06 November 2008

WNI di AS Berharap Obama Hapus Image Buruk Indonesia

Iman D. Nugroho, New York

Harapan kepada Barack Obama pasca terpilihnya kandidat Partai Demokrat itu sebagai Presiden AS setelah George W. Bush, terus mengalir. Kali ini dari warga Indonesia yang tinggal di AS. Salah satunya, adalah harapan Barack Obama untuk bisa menghapus image Indonesia sebagai negara teroris. "Karena Barack Obama pernah tinggal di Indonesia, setidaknya dia bisa mengetahui dengan pasti bagaimana sebenarnya Indonesia," kata Harris Nasution, salah satu warga Indonesia kepada The Jakarta Post.


Harris yang kini bekerja sebagai technical support kantor PBB di New York itu menilai Obama sebagai sosok yang paham Indonesia. Berbeda dengan Presiden AS sebelum-sebelumnya yang menurut Harris keliru menanamkan image negara Islam dan terorisme. Indonesia misalnya, sebagai negara berpenduduk Islam terbesar secara tidak langsung diidentikkan sebagai salah satu negara teroris. "Obama harus membantu negara-negara Islam, seperti Indonesia untuk mengembalika nama baiknya," kata Harris.

Sementara Jaja Toha, WNI di AS yang lain lebih menitik beratkan kepada meningkatnya kondisi kelompok pekerja kelas menengah di AS. Melalui pemotongan pajak pekerja kelas menengah, sebagaimana yang dikatakan Obama dalam program kerjanya. "Pekerja dengan penghasilan $250 ribu/tahun akan bebas pajak, WNI di AS berada dalam kelompok ini, saya yakin akan ada perubahan kondisi bila hal itu benar-benar diterapkan," kata Jaja.

Selama ini, pajak sangat membebani pekerja kelas menengah. Bahkan, karena pajak itulah pekerja kelas menengah tidak mampu merasakan hasil kerjanya. "Selain sebagai simbol sejajarnya "kulit berwarna" dan kulit putih, apa yang dikatakan Obama tentang pajak adalah terobosan baru di AS, kita sangat berharap hal itu bisa terealisasi," jelasnya.

Konsulat Jenderal Indonesia di New York, Trie Edi Mulyani menilai, berubah atau tidaknya kondisi di Indonesia pasca terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden AS, tergantung kepada kondisi di Indonesia. Dalam hal ekonomi misalnya. Obama yang hadir saat perekonomian AS sedang memburuk, mau tidak mau akan berimbas pada negara lain, termasuk Indonesia. "Tetapi masih ada jalan dan harapan untuk itu, tergantung pengusaha Indonesia untuk menyambutnya," kata Trie Edi Mulyani pada The Post.

Salah satunya adalah kerjasama pengusaha kecil dan menengah yang belakangan mulai membaik. Trie Edi mencontohkan Trade Expo yang baru saja digelar di Indonesia. Dalam forum itu, pengusaha asal AS menyambutnya dengan antusias. "Saat itu, pengusaha asal AS merespon dengan sangat baik dan memberikan banyak tawaran kerjasama. Memang bukan kerjasama skala besar, namun paling tidak ini menjadi awal yang baik di tengah keterpurukan AS dalam bidang ekonomi seperti sekarang," katanya.

Namun, kata Trie Edi, yang lebih penting adalah adanya upaya ke dalam untuk perbaikan. Yakni memperbaiki kualitas produk, kontinnyuitas dan memperpendek hirarki birokrasi. Dua daerah yang menurut Trie sudah lumayan berbenah dan dilirik pengusaha AS adalah Kepulauan Riau dan Sulawesi Utara. "Saat berada di dua daerah itu, pengusaha AS melihat ada banyak hal yang bisa dijadikan peluang usaha," katanya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah mengenal standarisasi baru dalam bidang ekonomi yang mungkin belum populer di Indonesia. Seperi sustainable dan eco green. "Di antara pengusaha AS sudah mempertimbangkan dua hal itu, sepertinya dunia bisnis di Indonesia harus juga mempertimbangkannya, karena peluang di dunia ekonomi sepertinya semakin terbuka saat Obama menjadi Presiden AS," katanya.


No comments:

Post a Comment

Program

Program