Iman D. Nugroho, New York
Harapan kepada Barack Obama pasca terpilihnya kandidat Partai Demokrat itu sebagai Presiden AS setelah George W. Bush, terus mengalir. Kali ini dari warga Indonesia yang tinggal di AS. Salah satunya, adalah harapan Barack Obama untuk bisa menghapus image Indonesia sebagai negara teroris. "Karena Barack Obama pernah tinggal di Indonesia, setidaknya dia bisa mengetahui dengan pasti bagaimana sebenarnya Indonesia," kata Harris Nasution, salah satu warga Indonesia kepada The Jakarta Post.
Harris yang kini bekerja sebagai technical support kantor PBB di New York itu menilai Obama sebagai sosok yang paham Indonesia. Berbeda dengan Presiden AS sebelum-sebelumnya yang menurut Harris keliru menanamkan image negara Islam dan terorisme. Indonesia misalnya, sebagai negara berpenduduk Islam terbesar secara tidak langsung diidentikkan sebagai salah satu negara teroris. "Obama harus membantu negara-negara Islam, seperti Indonesia untuk mengembalika nama baiknya," kata Harris.
Sementara Jaja Toha, WNI di AS yang lain lebih menitik beratkan kepada meningkatnya kondisi kelompok pekerja kelas menengah di AS. Melalui pemotongan pajak pekerja kelas menengah, sebagaimana yang dikatakan Obama dalam program kerjanya. "Pekerja dengan penghasilan $250 ribu/tahun akan bebas pajak, WNI di AS berada dalam kelompok ini, saya yakin akan ada perubahan kondisi bila hal itu benar-benar diterapkan," kata Jaja.
Selama ini, pajak sangat membebani pekerja kelas menengah. Bahkan, karena pajak itulah pekerja kelas menengah tidak mampu merasakan hasil kerjanya. "Selain sebagai simbol sejajarnya "kulit berwarna" dan kulit putih, apa yang dikatakan Obama tentang pajak adalah terobosan baru di AS, kita sangat berharap hal itu bisa terealisasi," jelasnya.
Konsulat Jenderal Indonesia di New York, Trie Edi Mulyani menilai, berubah atau tidaknya kondisi di Indonesia pasca terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden AS, tergantung kepada kondisi di Indonesia. Dalam hal ekonomi misalnya. Obama yang hadir saat perekonomian AS sedang memburuk, mau tidak mau akan berimbas pada negara lain, termasuk Indonesia. "Tetapi masih ada jalan dan harapan untuk itu, tergantung pengusaha Indonesia untuk menyambutnya," kata Trie Edi Mulyani pada The Post.
Salah satunya adalah kerjasama pengusaha kecil dan menengah yang belakangan mulai membaik. Trie Edi mencontohkan Trade Expo yang baru saja digelar di Indonesia. Dalam forum itu, pengusaha asal AS menyambutnya dengan antusias. "Saat itu, pengusaha asal AS merespon dengan sangat baik dan memberikan banyak tawaran kerjasama. Memang bukan kerjasama skala besar, namun paling tidak ini menjadi awal yang baik di tengah keterpurukan AS dalam bidang ekonomi seperti sekarang," katanya.
Namun, kata Trie Edi, yang lebih penting adalah adanya upaya ke dalam untuk perbaikan. Yakni memperbaiki kualitas produk, kontinnyuitas dan memperpendek hirarki birokrasi. Dua daerah yang menurut Trie sudah lumayan berbenah dan dilirik pengusaha AS adalah Kepulauan Riau dan Sulawesi Utara. "Saat berada di dua daerah itu, pengusaha AS melihat ada banyak hal yang bisa dijadikan peluang usaha," katanya.
Yang tidak kalah pentingnya adalah mengenal standarisasi baru dalam bidang ekonomi yang mungkin belum populer di Indonesia. Seperi sustainable dan eco green. "Di antara pengusaha AS sudah mempertimbangkan dua hal itu, sepertinya dunia bisnis di Indonesia harus juga mempertimbangkannya, karena peluang di dunia ekonomi sepertinya semakin terbuka saat Obama menjadi Presiden AS," katanya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.: Halaman Populer
-
Iman D. Nugroho Jadi, rencana kedatangan Maria Ozawa atau Miyabi ke Indonesia, mau tidak mau menciptakan pro dan kontra. Apapun itu, Miyabi...
-
Iman D. Nugroho JFC. Jember Fashion Carnaval (JFC)-8 digelar di Jember, Jawa Timur, Minggu (2/8) ini. Dalam event itu, ditunjukkan 600-an ...
-
*Sudah ada beberapa perubahan naskah di tulisan ini. Penggunaan kata "prasejarah", telah dihapus. Dengan ini kesalahan telah diperbaiki. Pe...
-
SHOLAT IED KORBAN LUMPUR. Masyarakat Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Sidoarjo yang juga korban semburan lumpur Lapindo d...
-
Story | Photo | Video Ketika Berlin masih terbelah oleh tembok yang memisahkan Berlin Timur dan Berlin Barat, checkpoint (poin pemeriksaan...
.: Tema
Budaya
Sosial
Jurnalistik
Hukum
Politik
Opini
Bencana
Luar Negeri
Pendidikan
Lingkungan Hidup
Olah Raga
Video Klip
Kabar Dari Seberang
Aceh
Kesehatan
Humor
Cerita Pendek
Catatan Netherlands
Mampir Berlin
Timor Barat
Catatan Iman
Kok gitu?
Teknologi Informasi
All about sex
Central Borneo
Second Opinion
Agenda
Hiburan
Jambi Sumatera
Malaysia
0 komentar:
Post a Comment