Iman D. Nugroho
Pasukan berani dari Kabupaten Jember, Jawa Timur menggelar latihan beladiri untuk menghadapi Front Pembela Islam atau FPI. Latihan kali ini adalah persiapan bila pemerintah tidak bertindak tegas untuk membubarkan FPI.
"Kami selama ini tidak pernah berbuat anarkhi, FPI yang anarkhi, kalau FPI tidak dibubarkan, maka Pasukan Berani Mati ini akan berangkat ke Jakarta untuk membubarkan," kata Ayub Junaidi Sekretaris Tanfidiyah DPC-PKB Kabupaten Jember yang juga koordinator Pasukan Berani Mati.
Kepada The Jakarta Post, Ayub menjelaskan latihan beladiri itu dilaksanakan oleh 300 orang dari berbagai elemen organisasi masyarakat di bawah Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Seperti Garda Bangsa, Bantuan Serbaguna (Banser), Pemuda Ansor dan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Jember dan sekitarnya.
Lokasi latihan berada di perbukitan Dusun Sucopangetok, Jember, sekitar 25 Km dari pusat kota Jember. Jumlah keseluruhan mencapai 10 ribu orang. "Namun latihan akan dilakukan 300 orang setiap minggunya," kata Ayub. Dalam waktu beberapa bulan, seluruh pasukan akan selesai berlatih. Dalam latihan itu, Pasukan Berani Mati akan berlatih fisik maupun non fisik. Seperti latihan beladiri tangan kosong, penggunakaan senjata dan sebagainya. Juga akan disisipi dengan latihan ilmu kebal.
Pelatih bela diri adalah pendekar-pendekar beladiri yang selama ini melatih di pesantren dan desa-desa di seluruh Jember. "Pendekar-pendekar itu sengaja turun gunung untuk memberikan latihan," katanya. Ayub menegaskan, kehadiran Pasukan Berani Mati ini bukan untuk menciptakan keresahan, melainkan justru menghentikan keresahan yang selama ini dilakukan oleh FPI dan kelompoknya.
Pada awal-awal berita penyerangan FPI pada massa AKKBB di Monas Jakarta beberapa saat lalu, warga NU dan PKB di Jember sempat melakukan penggerebekan di markas FPI Jember. Pada saat itu, FPI Jember memutuskan untuk membubarkan diri, karena merasa FPI pusat di Jakarta sudah keluar dari garis perjuangan Islam yang damai. Meski dua hari lalu, FPI Jember memutuskan untuk kembali berdiri dengan membawa semangat baru yang anti kekerasan.
Pasukan Berani Mati pernah muncul di era pemerintahan KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ketika kondisi politik di masa itu memuncak, pasukan inilah yang berangkat ke Jakarta untuk mengamankan Istana Presiden. Meski ketika itu Gus Dur tetap berhasil "diturunkan", kehadiran Pasukan Berani Mati tetap menjadi catatan sejarah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.: Halaman Populer
-
Iman D. Nugroho Jadi, rencana kedatangan Maria Ozawa atau Miyabi ke Indonesia, mau tidak mau menciptakan pro dan kontra. Apapun itu, Miyabi...
-
Iman D. Nugroho JFC. Jember Fashion Carnaval (JFC)-8 digelar di Jember, Jawa Timur, Minggu (2/8) ini. Dalam event itu, ditunjukkan 600-an ...
-
*Sudah ada beberapa perubahan naskah di tulisan ini. Penggunaan kata "prasejarah", telah dihapus. Dengan ini kesalahan telah diperbaiki. Pe...
-
SHOLAT IED KORBAN LUMPUR. Masyarakat Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Sidoarjo yang juga korban semburan lumpur Lapindo d...
-
Story | Photo | Video Ketika Berlin masih terbelah oleh tembok yang memisahkan Berlin Timur dan Berlin Barat, checkpoint (poin pemeriksaan...
.: Tema
Budaya
Sosial
Jurnalistik
Hukum
Politik
Opini
Bencana
Luar Negeri
Pendidikan
Lingkungan Hidup
Olah Raga
Video Klip
Kabar Dari Seberang
Aceh
Kesehatan
Humor
Cerita Pendek
Catatan Netherlands
Mampir Berlin
Timor Barat
Catatan Iman
Kok gitu?
Teknologi Informasi
All about sex
Central Borneo
Second Opinion
Agenda
Hiburan
Jambi Sumatera
Malaysia
Assalamualaikum
ReplyDeleteItu teh benar begitu kenyataannya?
Udah ada persiapan "perang"
Tragis....
Apalagi melibatkan NU, sayang sekali....
Sebagai seorang muslim, sekarang k mana kita harus berpegang ?