17 March 2008

127 Ton BBM Oplosan Disita

Iman D. Nugroho

Sejumlah 127 ton bahan bakar minyak (BBM) oplosan ilegal disita dari sebuah gudang penimbunan di Porong, Sidoarjo. Penemuan itu adalah penemuan BBM oplosan terbesar di Jawa Timur pada tahun 2008 ini. Salah satu oknum TNI dikabarkan terlihat. Sayangnya, Polisi enggan mengarahkan penyelidikan ke arah itu.


Pengungkapan kasus BBM oplosan itu terungkap Sabtu ((8/03) lalu. Ketika itu penyelidik dari Polwiltabes Surabaya menindaklanjuti laporan warga tentang adanya gudang penyimpanan BBM di Porong Sidoarjo. Setelah digeledah dan diperiksa, Polisi menemukan adanya aktivitas ilegal pengoplosan BBM dari olie bekas. "Ada pengoplosan BBM di sini, menggunakan olie bekas," kata Kapolwiltabes Surabaya, Anang Iskandar, Senin (17/03) ini.

Polisi pun melakukan penyitaan 345 drum berukuran 200 liter, 25 buah tandon berukuran 1000 liter, 1 buah tanki 6000 liter dan 1 unit truk tanki berisi 25 ribu liter. Di dalam drum, tandon dan tanki itu masing-masing berisi olie bekas dan minyak tanah serta solar yang sudah dioplos. "BBM oplosan itu dipasarkan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, terutama untuk bahan bakar pabrik-pabrik yang ada di sekitar lokasi penemuan," kata Anang.

Sejauh ini polisi baru menetapkan dua tersangka, yakni Asrokim dan Syamsul Arifin. Dalam penyelidikan sementara terungkap, Asrokim membeli olie bekas dari Syamsul Arifin seharga Rp. 34,3 juta. Olie bekas yang sudah dibeli, kemudian dioplos di Porong sidoarjo. Ketika polisi memergoki aksinya, Asrokim sudah berhasil mengoplos 25 ribu liter, dan siap dipasarkan. "Tersangka tidak memiliki ijin pengoplosan, dari keterangan 5 saksi yang diperiksa, tampak adanya aktivitas ilegal dalam pengoplosan BBM ini," kata Anang.

Berdasarkan informasi yang dirangkum di lokasi, gudang pengoplosan BBM ini sebenarnya bukan gudang baru. Masyarakat di sekitar lokasi gudang pengoplosan pun mengetahui adanya aktivitas ilegal itu. "Yang saya tahu, gudang itu milik salah satu anggota TNI," kata salah satu warga disekitar lokasi. Ketika dikonfirmasi ke Anang Iskandar, Kapolwiltabes itu enggan menjawab. "Aduh, jangan ditanya ke arah sana,..janganlah,..jangan,.." kata Anang.

No comments:

Post a Comment

Program

Program