23 May 2007

Front Anti Komunis Surabaya Menganggap Papernas Sama Dengan PKI

PAPERNAS DICACIMAKI. Penolakan terhadap Partai Persatuan dan Pembebasan Nasional (Papernas) berlangsung di Surabaya. Rabu (23/5) ini, sekitar lima ratusan demonstran dari 12 elemen masyarakat yang tergabung dalam Front Anti-Komunis (FAK) menggelar demonstrasi di depan Taman Apsari Surabaya untuk menolak Papernas. Mereka menganggap Papernas adalah salah satu wujud baru dari Partai Komunis Indonesia (PKI) yang mengusung nilai-nilai Marxisme dan Leninisme. Dalam demonstrasi itu mereka membakar bendera Papernas dan PKI.

Penolakan terhadap Partai Persatuan dan Pembebasan Nasional (Papernas) terus bergulir. Rabu (23/5) ini di Surabaya misalnya. Sekitar lima ratusan demonstran dari 12 elemen masyarakat yang tergabung dalam Front Anti-Komunis (FAK) menggelar demonstrasi di Taman Apsari Surabaya untuk menolak Papernas. Mereka menganggap Papernas adalah salah satu wujud baru dari Partai Komunis Indonesia (PKI) yang mengusung nilai-nilai Marxisme dan Leninisme.

Demonstrasi itu dilakukan oleh perwakilan berbagai organisasi, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya, Muhammadyah Surabaya, CICS, MSI, Forum Merah Putih, Ikatan Keluarga Madura (Ikamra), GNPI, Front Pembela Islam (FPI) Surabaya, Pemuda Muhammadyah, Front Umat Islam (FUI), Keluarga Korban Keganasan PKI 48 dan Tajul Muslimin. Dengan menggunakan kendaraan roda empat dan ratusan sepeda motor, massa mendatangi lokasi demonstrasi sejak pukul 09.00 wib dan mulai menggelar aksinya sekitar pukul 10.00 wib.

Puluhan spanduk bernada kecaman kepada Papernas dan penolakan terhadap ideologi komunisme serta warning akan kemungkinan bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI) terbentang. Orasi-orasi pun tidak jauh berbeda. FAK seakan mengingatkan masyarakat atas bahaya komunisme. "Dari ideologi yang diusung Papernas, tampak sekali Papernas adalah salah satu manifestasi PKI yang akan bangkit kembali di Indonesia," kata orator bernada miring.

FAK mensinyalir adanya gerakan terstruktur dari kelompok masyarakat yang simpati dengan PKI untuk kembali membangkitkan ideologi komunis di Indonesia. Salah satunya dengan mengupayakan pencabutan TAP MPRS no.25 tentang pelarangan Marxisme dan Leninisme di Indonesia. Juga Judicial Review (peninjauan kembali) eks PKI yang arahnya pada rehabilitasi, kompensasi dan amnesti. Termasuk keinginan untuk merubah UU no.12 tahun 60 yang melarang anggota PKI menjadi DPR-RI.

"Jangan lupa, gugatan class action kepada empat Mantan Presiden RI dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan tuntutan kompensasi sebanyak Rp.975 juta - Rp.2 mliar karena menilai ada ketidakadilan dalam sejarah. Yang paling baru adalah pencoretan sejarah PKI di buku-buku sejarah," kata salah satu orator. Puncak dari demonstrasi itu adalah pembakaran bendera Papernas dan bendera PKI sebagai tanda penolakan bangkitanya komunisme melalui Papernas.

Usai menggelar demonstrasi, FAK melanjutkan aksinya menuju kantor redaksi Jawa Pos yang berjarak sekitar 9 km. Dalam kesempatan itu FAK ingin berdialog dengan jajaran redaksi Jawa Pos tentang sikap Jawa Pos yang tidak memuat berita-berita tentang penolakan kepada Papernas dan Komunisme. Dalam dialog yang berlangsung di ruang redaksi Jawa Pos, FAK diterima oleh Wapimred Jawa Pos, Taufan Mahdi. Demonstrasi dilanjutkan ke Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Mereka mendesak Kejati untuk membubarkan Papernas.

2 comments:

  1. Anonymous3:25 am

    http://papernas.org/id

    ReplyDelete
  2. Anonymous3:26 am

    http://www.papernas.org/

    ReplyDelete