Sejumlah 11 orang tewas tenggelam setelah sebuah kapal nelayan yang dialihfungsikan menjadi kapal penumpang, tenggelam di perairan antara Pulau Raas dan Pulau Sepudi, Madura Rabu (1/11) ini. Sembilan korban kecelakaan itu dimakamkan di Pulau Sepudi, sementara dua korban yang sempat hilang di laut lepas dimakamkan di Pulau Raas.
Tragedi mengenaskan itu terjadi ketika Rabu ini penduduk Pulau Raas akan melakukan ziarah kubur di Asta Camplong dan Asta Belingi, Pulau Sepudi. Rombongan berjumlah 21 orang itu menyewa sebuah perahu nelayan berkapasitas 15 orang. Beban semakin banyak, ketika di dalam perahu itu juga dimuati oleh dua sepeda motor dan beberapa barang yang akan dibawa ke Pulau Bali.
Ketika perjalanan laut itu baru dilakukan, perahu sempat oleng karena terhantam ombak, namun masih bisa dikendalikan. "Tapi ketika perahu berjarak sekitar 5-10 mil dari Pulau Sepudi, tiba-tiba saja perahu itu oleng dan akhirnya terbalik, penumpang yang ada di dalam perahu itu tumpah ke laut," kata Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasatpolairud) Polresta Sumenep, AKP Hariyanto pada The Jakarta Post, Kamis (2/11) ini.
Beruntung, ketika peristiwa itu terjadi ada sebuah perahu lain di belakangnya. Para nelayan yang ada di perahu kedua berusaha memberikan pertolongan. Sejumlah 10 korban bisa diselamatkan, sementara 11 lainnya sempat terombang ambing ke di tengah laut. Awal perahu berusaha meminta pertolongan pada nelayan lain dari Pulau Sepudi dan Pulau Raas, Madura. Beberapa nelayan dari dua pulau itu memberikan pertolongan.
"Sejumlah sembilan orang ditemukan oleh nelayan Pulau Sapudi, sementara dua lain ditemukan oleh nelayan Pulau Raas," kata AKP Hariyanto. Data dari berbagai sumber termasuk dari kepolisian menyebutkan, sembilan orang yang ditemukan di Pulau Sapudi adalah Supar(35), Tawap(50), Rufiadi(45), Fikriani(48), Suci(8), Supar(35), Tawap(50), Rufiadi(45), Ena(50), Mudiah(42), Ashari(43) dan Devi(7). Kesembilannya dimakamkan di Pulau Sapudi.
Sementara dua korban lain, Mamwah(40) dan Haninah(65) ditemukan oleh nelayan Pulau Raas, dan langsung dimakamkan di pulau itu. Kapal nelayan yang berada di belakang kapal naas itu berhasil menyelamatkan Rudi(38) yang juga pemilik kapal dan empat ABK, serta penumpang bernama Rafi'i(37), Rifka (37), Upima(35), Sat(37) dan Inu(7). "Sampai sekarang kasus masih diselidiki," kata AKP Hariyanto pada The Post.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.: Halaman Populer
-
Iman D. Nugroho Jadi, rencana kedatangan Maria Ozawa atau Miyabi ke Indonesia, mau tidak mau menciptakan pro dan kontra. Apapun itu, Miyabi...
-
Iman D. Nugroho JFC. Jember Fashion Carnaval (JFC)-8 digelar di Jember, Jawa Timur, Minggu (2/8) ini. Dalam event itu, ditunjukkan 600-an ...
-
*Sudah ada beberapa perubahan naskah di tulisan ini. Penggunaan kata "prasejarah", telah dihapus. Dengan ini kesalahan telah diperbaiki. Pe...
-
SHOLAT IED KORBAN LUMPUR. Masyarakat Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Sidoarjo yang juga korban semburan lumpur Lapindo d...
-
Story | Photo | Video Ketika Berlin masih terbelah oleh tembok yang memisahkan Berlin Timur dan Berlin Barat, checkpoint (poin pemeriksaan...
.: Tema
Budaya
Sosial
Jurnalistik
Hukum
Politik
Opini
Bencana
Luar Negeri
Pendidikan
Lingkungan Hidup
Olah Raga
Video Klip
Kabar Dari Seberang
Aceh
Kesehatan
Humor
Cerita Pendek
Catatan Netherlands
Mampir Berlin
Timor Barat
Catatan Iman
Kok gitu?
Teknologi Informasi
All about sex
Central Borneo
Second Opinion
Agenda
Hiburan
Jambi Sumatera
Malaysia
0 komentar:
Post a Comment