11 August 2006

Presiden RI: Keselamatan Penduduk Menjadi Prioritas

:: Do not republish. If you like to republish, please contact id_nugroho@yahoo.com, id_nugroho@telkom.net or call mobile phone: +62-81-6544-3718 ::



Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, keselamatan penduduk adalah prioritas dalam upaya menyelesaikan persoalan semburan lumpur panas di Porong Sidoarjo. Hal itu dikatakan Yudhoyono di sela-sela kunjungannya ke Porong, Sidoarjo, Jumat (11/08) ini. "Keselamatan penduduk menjadi prioritas utama, selain mengupayakan penghentian sumber luapan lumpur, mengantisipasi meluapnya lumpur dan pengerahan sumber daya secara maksimal dari sisi teknologi untuk mempercepat penanganan," kata Yudhoyono.

Selain itu, Yudhoyono meminta masyarakat untuk mendukung pemerintah dan semua pihak yang tengah berupaya mengatasi semburan lumpur yang sudah berlangsung dua bulan lebih itu. "Saya mengharapkan semua pihak bisa saling mengerti, dan mohon bantuan moril serta dukungan agar penangangan banjir lumpur bisa dilakukan secara cepat dan tepat," kata Presiden yang ketika itu didampingi, Kapolri Jendral Polisi Sutanto, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Menteri Sosial Bahctiar Chamsyah, KSAD Djoko Santoso dan beberapa pejabat pemerintah propinsi Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Presiden Yudhoyono menegaskan soal laporan yang menyatakan Lapindo Brantas Inc akan bertanggungjawab dalam kasus semburan lumpur panas di Porong. Termasuk kesanggupan Lapindo untuk membayar ganti rugi seluruh kerusakan yang ada. "Lapindo akan membayar ganti rugi semua kerusakan," tegas Yudhoyono disambut tepuk tangan meriah pengungsi di Pasar Baru Porong ini.



Usai memberikan sambutan, Presiden RI menyumbangkan sejumlah uang sebanyak Rp. 1 Miliar kepada Pemkab Sidoarjo. Sebelum mengunjungi lokasi pengungsian, Presiden terlebih dahulu melihat langsung semburan lumpur dari lokasi snubbing unit sumur Banjar Panji (PJB) 1 di KM 38 tol Porong. Sementara itu, hingga Jumat ini, jumlah penduduk yang mengungsi di Pasar Baru Porong berjumlah 8244 jiwa.

Pengamatan The Jakarta Post di lokasi, beberapa saat sebelum Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menemui pengungsi di Pasar Baru Porong, penduduk Desa Siring, Porong Sidoarjo sempat panik karena tanggul di desa itu retak-retak. Mereka berlarian menuju ke jalan besar dan lokasi pengungsian di Pasar Baru Porong, Sidoarjo. Mereka khawatir, lumpur akan segera merendam desa mereka melalui retakan-retakan tanggul yang semakin hari semakin bertambah besar.

5 comments:

  1. Mas Iman, bidikan dari kameranya saya suka sekali. saya pengin banyak blajar lagi soal foto jurnalistik. makasih dah mengantarkan ke blog Mas Iman. Saya tahu dari milis jurnalisme. Saya member juga di sana.

    Salam,

    Eriek
    (Bandarlampung)

    ReplyDelete
  2. thx. kirim email aja lwt japri. salam. iman

    ReplyDelete
  3. ah, SBY memang maunya menghajar Kalla dan Lapindonya..

    Hajar, bleh...

    ReplyDelete
  4. Anonymous3:29 pm

    Apa uang 1 milyar itu benar-benar ada? Bukan sekedar lips mark? Karena sebagai salah satu warga..sama dengan yang lain kami tidak pernah tahu kemana uang itu pergi atau lenyap. Bullshit!!!!!

    ReplyDelete
  5. Bupati Sidoarjo pernah mengatakan hal itu. Katanya uang itu akan dibagi setelah mendapat persetujuan DPRD Kab Sidoarjo.

    ReplyDelete

Program

Program