Jakarta (iddaily.net) – Tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang membawa 243 penumpang kembali menyoroti keselamatan transportasi laut Indonesia.
Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026).
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil langkah tegas untuk mencegah kecelakaan kapal kembali terjadi.
“Kita tidak boleh lagi menganggap musibah di laut sebagai sekadar ‘takdir’ atau faktor cuaca semata. Ini adalah akumulasi dari kelalaian sistemik dan lemahnya pengawasan,” ujar Huda.
Huda menilai sejumlah kecelakaan kapal dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan perlunya pembenahan sistem keselamatan pelayaran, termasuk pengawasan kelaiklautan kapal dan manifes penumpang.
Ia mengusulkan tiga langkah darurat, yakni menghentikan sementara kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan, mencabut izin operator yang terbukti melakukan pelanggaran serius seperti overload atau pemalsuan manifes, serta mengintegrasikan sistem perizinan berlayar dengan data kependudukan secara real-time.
Huda juga meminta Basarnas memaksimalkan pencarian dan penyelamatan penumpang KMP Virgo Transport 8. Pemerintah diminta memberikan pendampingan psikologis dan memastikan hak kompensasi keluarga korban terpenuhi.
“Kalau tidak ada langkah yang bersifat mendasar dan tegas, kami khawatir kecelakaan laut yang melibatkan kapal penumpang dengan jumlah korban jiwa besar akan terus terjadi,” katanya.
