Jakarta (iddaily.net) – Band for Revenge berkolaborasi dengan YB (Reza Arap) dan Tepe melalui single terbaru bertajuk “Museum Duka”.
Lagu ini mengangkat tema kehilangan, duka, serta proses belajar melepaskan tanpa harus melupakan.
Kolaborasi tersebut berawal setelah ketiganya tampil bersama membawakan lagu “Serana” dan “Penyangkalan” dalam sebuah festival.
Ide kolaborasi kemudian diinisiasi YB melalui Boniex, vokalis for Revenge.
“Buat kami itu suatu kehormatan. Terlebih menyatukan for Revenge, YB, dan TePe dalam sebuah lagu menjadi tantangan tersendiri,” ujar Boniex.
Dalam proses produksinya, Boniex dan YB berkolaborasi menulis lirik, sementara Tepe mengisi drum. Aransemen turut dibantu Faisal Riant yang sebelumnya terlibat dalam proyek for Revenge “I Miss You Every Brand New Day”.
Menurut Boniex, “Museum Duka” menggambarkan ruang personal yang dimiliki setiap orang untuk menyimpan cerita, wajah, maupun kenangan tentang seseorang yang pernah hadir dalam hidup.
“Setiap orang punya ‘Museum Duka’-nya masing-masing. Setiap orang punya ruangan untuk menyimpan cerita, wajah, dan versi diri yang pernah kita kenal begitu dalam,” kata Boniex.
Bagi YB, lagu ini tidak hanya bercerita tentang dirinya maupun for Revenge, tetapi mewakili siapa pun yang pernah mengalami kehilangan.
“Lagu ini bukan cuma tentang gue, bukan cuma tentang for Revenge. Kami berusaha mewakili mereka yang juga merasa kehilangan,” tutur YB.
“Museum Duka” sekaligus menjadi pengalaman pertama YB bernyanyi menggunakan bahasa Indonesia dan berkolaborasi dengan sebuah band.
Single ini telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 4 September 2026, bersamaan dengan perilisan video musik yang mengusung visual teatrikal dan emosional.
“Duka bukan tentang melupakan, melainkan tentang belajar melepaskan tanpa harus berhenti mengenang,” ujar Boniex.
Selamat mengunjungi Museum Duka-mu.
