Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Hiburan»Band for Revenge, YB, dan Tepe Berkolaborasi di “Museum Duka”
Hiburan

Band for Revenge, YB, dan Tepe Berkolaborasi di “Museum Duka”

Icha BalqisIcha Balqis13 September 2026 / 20:41 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Jakarta (iddaily.net) – Band for Revenge berkolaborasi dengan YB (Reza Arap) dan Tepe melalui single terbaru bertajuk “Museum Duka”.

Lagu ini mengangkat tema kehilangan, duka, serta proses belajar melepaskan tanpa harus melupakan.

Kolaborasi tersebut berawal setelah ketiganya tampil bersama membawakan lagu “Serana” dan “Penyangkalan” dalam sebuah festival.

Ide kolaborasi kemudian diinisiasi YB melalui Boniex, vokalis for Revenge.

“Buat kami itu suatu kehormatan. Terlebih menyatukan for Revenge, YB, dan TePe dalam sebuah lagu menjadi tantangan tersendiri,” ujar Boniex.

Dalam proses produksinya, Boniex dan YB berkolaborasi menulis lirik, sementara Tepe mengisi drum. Aransemen turut dibantu Faisal Riant yang sebelumnya terlibat dalam proyek for Revenge “I Miss You Every Brand New Day”.

Menurut Boniex, “Museum Duka” menggambarkan ruang personal yang dimiliki setiap orang untuk menyimpan cerita, wajah, maupun kenangan tentang seseorang yang pernah hadir dalam hidup.

“Setiap orang punya ‘Museum Duka’-nya masing-masing. Setiap orang punya ruangan untuk menyimpan cerita, wajah, dan versi diri yang pernah kita kenal begitu dalam,” kata Boniex.

Bagi YB, lagu ini tidak hanya bercerita tentang dirinya maupun for Revenge, tetapi mewakili siapa pun yang pernah mengalami kehilangan.

“Lagu ini bukan cuma tentang gue, bukan cuma tentang for Revenge. Kami berusaha mewakili mereka yang juga merasa kehilangan,” tutur YB.

“Museum Duka” sekaligus menjadi pengalaman pertama YB bernyanyi menggunakan bahasa Indonesia dan berkolaborasi dengan sebuah band.

Single ini telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 4 September 2026, bersamaan dengan perilisan video musik yang mengusung visual teatrikal dan emosional.

“Duka bukan tentang melupakan, melainkan tentang belajar melepaskan tanpa harus berhenti mengenang,” ujar Boniex.

Selamat mengunjungi Museum Duka-mu.

for Revenge Museum Duka for Revenge YB Tepe lagu tentang kehilangan lagu terbaru for Revenge Museum Duka musisi indonesia Reza Arap Museum Duka
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKMP Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Masalembo
Next Article Kronologi KMP Virgo Transport 8 Sebelum Hilang Kontak, Nakhoda Sempat Lapor Kapal Miring
Icha Balqis

Friendly Woman yang sering lost signal.

Related Posts

Float Rilis EP “Constant Changes” dan Single “Yang Kembali Pulih”, Angkat Filosofi Luka

28 Oktober 2026 / 08:53 WIB

Meiska Rilis Ulang Aku Cuma Punya Hati, Intro dan Bridge Kini Berbeda

27 Oktober 2026 / 12:15 WIB

Gandrung Sewu 2026 Digelar Besok Malam, 1.300 Penari Banyuwangi Bakal Tampil Glow in the Dark

23 Oktober 2026 / 10:38 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Digelar, Ini Pesan dan Rangkaian Peringatannya

28 Oktober 2026 / 09:13 WIB

Float Rilis EP “Constant Changes” dan Single “Yang Kembali Pulih”, Angkat Filosofi Luka

28 Oktober 2026 / 08:53 WIB

Hari Sumpah Pemuda 2026: Mengapa Persatuan Pemuda Tetap Penting?

27 Oktober 2026 / 13:00 WIB

Meiska Rilis Ulang Aku Cuma Punya Hati, Intro dan Bridge Kini Berbeda

27 Oktober 2026 / 12:15 WIB

Negara Gagal Lindungi Korban Karhutla, 293 Perusahaan Terseret Sepanjang 2026

27 Oktober 2026 / 11:56 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.