Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Rilis Pers»5.000 Pohon untuk Mitigasi Perubahan Iklim dan Cegah Abrasi
Rilis Pers

5.000 Pohon untuk Mitigasi Perubahan Iklim dan Cegah Abrasi

FortasbiFortasbi29 Juli 2026 / 11:02 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Aceh Tamiang (iddaily.net) – Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi) bersama Perkumpulan Pekebun Sawit Tenggulun Lestari (Pesatri) menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan dengan mengembangkan pembibitan dan penanaman sekitar 5.000 pohon di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Program ini menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus rehabilitasi kawasan yang terdampak abrasi dan bencana ekologis.

Inisiatif tersebut lahir sebagai respons atas berbagai persoalan lingkungan yang melanda Aceh Tamiang, termasuk dampak perubahan iklim, abrasi sempadan sungai, serta bencana yang terjadi pada penghujung 2025.

Sejak Maret 2026, para petani sawit swadaya yang tergabung dalam Pesatri secara gotong royong membangun persemaian ribuan bibit tanaman.

Menariknya, bibit yang disiapkan bukan tanaman kelapa sawit, melainkan berbagai jenis pohon buah dan tanaman keras yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat ekologis.

Dari sekitar 5.000 bibit yang berhasil disemai, sebanyak 1.500 batang merupakan bibit durian, 800 batang alpukat, 500 batang mangga, serta berbagai jenis tanaman lainnya seperti jambu madu, duku, kelengkeng, jengkol, matoa, manggis, kemiri, mahoni, hingga kayu manis.

Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu (26/7/2026) di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang. Ribuan bibit tersebut ditanam di berbagai lokasi strategis, mulai dari pekarangan rumah warga, sempadan Sungai Pantai Dusun Rengas (DAM Rengas), sekolah dasar, taman kanak-kanak, sepanjang jalan desa, hingga kawasan perhutanan sosial yang berada di sekitar Kawasan Ekosistem Leuser.

Kegiatan penghijauan tersebut tidak hanya melibatkan petani sawit swadaya. Pemerintah desa, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, pemuda, kelompok tani hutan, hingga perwakilan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) turut berpartisipasi dalam aksi bersama tersebut.

Kolaborasi lintas elemen masyarakat ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kawasan sempadan sungai yang mengalami abrasi serta merehabilitasi area-area kritis yang rentan terhadap bencana ekologis.

Ketua Fortasbi, Sutiyana, mengatakan bahwa sertifikasi sawit berkelanjutan tidak boleh berhenti sebatas pemenuhan standar produksi, tetapi harus menjadi landasan untuk menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi dan memperkuat budaya pelestarian lingkungan di sekitar perkebunan rakyat.

Menurutnya, program penanaman pohon merupakan implementasi nyata praktik pertanian regeneratif yang mengintegrasikan produktivitas perkebunan dengan upaya mitigasi perubahan iklim.

Ia menilai petani sawit swadaya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga penghijauan akan terus didorong sebagai praktik keberlanjutan lanjutan setelah proses sertifikasi.

Sutiyana menambahkan bahwa keberadaan perkebunan sawit swadaya tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keanekaragaman hayati serta melindungi kawasan sempadan sungai yang menjadi penyangga lingkungan.

Kepala Desa Sumber Makmur, Salihin, mengapresiasi langkah yang dilakukan Pesatri dan Fortasbi.

Menurutnya, penghijauan dengan tanaman buah dan tanaman keras akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan desa.

Ia menilai penanaman pohon di pekarangan warga, sekolah, fasilitas umum, dan kantor desa tidak hanya membantu mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat abrasi, tetapi juga menciptakan kawasan yang lebih teduh serta menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pesatri, Langkat Ginting, menyebut kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa petani sawit swadaya mampu beradaptasi terhadap tantangan perubahan iklim melalui inovasi dan aksi nyata di lapangan.

Ia berharap gerakan penghijauan yang dilakukan di Aceh Tamiang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan setelah wilayah tersebut terdampak bencana pada tahun lalu.

Melalui penanaman ribuan pohon ini, petani sawit swadaya menunjukkan bahwa produktivitas perkebunan dan pelestarian alam dapat berjalan berdampingan.

Beragam tanaman buah dan pohon keras yang ditanam diharapkan menjadi penyangga ekologis yang mampu menjaga kualitas lingkungan, mengurangi risiko abrasi, meningkatkan tutupan hijau, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.

Aceh Tamiang Fortasbi mitigasi perubahan iklim penanaman pohon sawit
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePutusan MK Soal Kuota Internet Perkuat Hak Konsumen
Next Article Pecinta Dracin Wajib Nonton! 7 Kisah Fujun-Furen dengan Chemistry Terbaik
Fortasbi

Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia

Related Posts

Negara Gagal Lindungi Korban Karhutla, 293 Perusahaan Terseret Sepanjang 2026

27 Oktober 2026 / 11:56 WIB

Kemenhaj: Hindari Transit Malaysia dan Singapura demi Keamanan dan Ekonomi Nasional

27 Oktober 2026 / 06:56 WIB

Perusahaan Pembakar Hutan Hanya Disanksi Administratif

26 Oktober 2026 / 11:24 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Hari Sumpah Pemuda 2026: Mengapa Persatuan Pemuda Tetap Penting?

27 Oktober 2026 / 13:00 WIB

Meiska Rilis Ulang Aku Cuma Punya Hati, Intro dan Bridge Kini Berbeda

27 Oktober 2026 / 12:15 WIB

Negara Gagal Lindungi Korban Karhutla, 293 Perusahaan Terseret Sepanjang 2026

27 Oktober 2026 / 11:56 WIB

Jempol untuk Blak-Blakan Dony

27 Oktober 2026 / 08:22 WIB

Kemenhaj: Hindari Transit Malaysia dan Singapura demi Keamanan dan Ekonomi Nasional

27 Oktober 2026 / 06:56 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.