Jakarta (iddaily.net) – Preview World Cup 2026 Pertandingan Terdekat: Perempat Final
Sabtu, 11 Juli 2026, 02.00 WIB, SPANYOL v BELGIA
Stadion SoFi, Los ANgeles
Wasit: Michael Oliver (Inggris)
Pertemuan terakhir: Intl Friendly, 2 September 2016, Belgia 0-2 Spanyol (David Silva 2)
SPANYOL
Rank FIFA: 2
Jalur ke Pildun: Juara Grup E UEFA di atas Turki, Georgia, Bulgaria
Pelatih: Luis de la Fuente Castillo (Spanyol)
Pemain andalan: Rodri (Manchester City), Fabian Ruiz (Paris Saint-Germain), Pedri (Barcelona), Martin Zubimendi, Mikel Merino (Arsenal), Dani Olmo (Barcelona), Mikel Oyarzabal (Real Sociedad), Lamine Yamal (Barcelona), Alex Baena (Atletico Madrid), Pedro Porro (Tottenham)
Perjalanan Piala Dunia 2026:
Juara grup H, 2 kali menang, 1 imbang
Grup H, vs Cape Verde 0-0
Grup H, vs Arab Saudi 4-0 (Yamal, Oyarzabal 2, og Hassan Al-Tombakti)
Grup H, vs Uruguay 1-0 (Alex Baena)
Fase gugur 32 besar, menang 3-0 vs Austria (Oyarzabal 2, Porro)
Fase gugur 16 besar, menang 1-0 vs Portugal (Mikel Merino)
BELGIA
Rank FIFA: 9
Jalur ke Pildun: Juara Grup J UEFA di atas Wales, Makedonia Utara
Pelatih: Rudi Garcia (Prancis)
Pemain andalan: Youri Tielemans (Aston Villa), Jeremy Doku (Manchester City), Romelu Lukaku (Napoli), Alexis Saelemaekers (Milan), Leandro Trossard (Arsenal), Kevin De Bruyne (Napoli), Hans Vanaken (Club Brugge), Charles De Ketelaere (Atalanta)
Perjalanan Piala Dunia 2026:
Juara Grup G, 1 kali menang, 2 imbang
Grup G, imbang 1-1 vs Mesir (own gol M. Hany)
Grup G, imbang 0-0 vs Iran
Grup G, menang 5-1 vs Selandia Baru (Leandro Trossard 2, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Alexis Saelemaekers)
Fase 32 besar, menang 3-2 v Senegal (Extra Time, Lukaku, Tielemans 2)
Fase 32 besar, menang 4-1 v AS (Charles De Ketelaere, Hans Vanaken, Lukaku)
Perempat final Piala Dunia 2026 menghadirkan salah satu laga terbesar turnamen ketika Spanyol menghadapi Belgia di SoFi Stadium, Los Angeles.
Dua negara Eropa dengan filosofi permainan yang berbeda ini sama-sama datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melewati babak gugur dengan meyakinkan.
Secara statistik, Spanyol sedikit lebih diunggulkan.
Tim asuhan Luis de la Fuente belum terkalahkan dalam lima pertandingan, mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Yang paling impresif, La Roja belum kebobolan satu gol pun sepanjang turnamen. Solidnya pertahanan dipadukan dengan dominasi penguasaan bola membuat mereka menjadi salah satu kandidat kuat juara.
Di lini tengah, kombinasi Rodri, Pedri, Fabian Ruiz, Martin Zubimendi, dan Mikel Merino menjadi kekuatan utama Spanyol.
Mereka mampu mengontrol tempo pertandingan, mempertahankan penguasaan bola, sekaligus menekan lawan sejak kehilangan bola.
Di lini depan, kecepatan dan kreativitas Lamine Yamal serta ketajaman Mikel Oyarzabal, yang telah mencetak empat gol di turnamen ini, menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Belgia.
Namun Belgia datang bukan sebagai tim yang bisa dipandang sebelah mata.
Setelah melalui fase grup yang kurang meyakinkan dengan dua hasil imbang, pasukan Rudi Garcia justru tampil semakin tajam di fase gugur. Mereka mencetak tujuh gol dalam dua pertandingan terakhir, termasuk kemenangan meyakinkan 4-1 atas Amerika Serikat.
Belgia mengandalkan keseimbangan antara pengalaman dan kecepatan.
Kevin De Bruyne tetap menjadi otak permainan, sementara Jeremy Doku menawarkan ancaman lewat akselerasi di sisi sayap.
Di depan, Romelu Lukaku kembali menunjukkan naluri golnya dan menjadi target man yang sangat berbahaya di kotak penalti.
Laga ini juga menjadi pertarungan dua gaya bermain. Spanyol hampir pasti akan mendominasi penguasaan bola dengan umpan-umpan pendek dan pergerakan antarlini.
Sebaliknya, Belgia kemungkinan memilih bermain lebih langsung dengan memanfaatkan transisi cepat melalui Doku, Trossard, dan De Bruyne untuk melayani Lukaku.
Faktor lain yang menarik adalah efektivitas.
Spanyol tidak selalu mencetak banyak gol, tetapi sangat efisien dan disiplin bertahan. Belgia justru menunjukkan daya ledak yang tinggi di fase gugur, meski lini belakang mereka masih beberapa kali terlihat rapuh ketika menghadapi serangan cepat.
Rekor pertemuan terakhir juga berpihak kepada Spanyol.
Dalam laga persahabatan pada September 2016, La Roja menang 2-0 berkat dua gol David Silva.
Meski sudah satu dekade berlalu dan kedua tim banyak berubah, hasil tersebut tetap menunjukkan bahwa Spanyol kerap mampu mengendalikan permainan saat menghadapi Belgia.
Kunci Pertandingan
Duel lini tengah Rodri, Pedri, dan Fabian Ruiz melawan kreativitas Kevin De Bruyne serta Youri Tielemans.
Kemampuan Belgia memanfaatkan serangan balik cepat saat Spanyol mendominasi penguasaan bola.
Ketajaman Mikel Oyarzabal menghadapi pertahanan Belgia yang masih sesekali kehilangan konsentrasi.
Efektivitas Romelu Lukaku menghadapi lini belakang Spanyol yang sejauh ini belum pernah kebobolan.
Pemain yang Patut Dinantikan
Spanyol: Lamine Yamal, Rodri, Mikel Oyarzabal, Pedri.
Belgia: Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Jeremy Doku, Youri Tielemans.
Prediksi
Spanyol tampil lebih konsisten sepanjang turnamen dan memiliki organisasi permainan yang lebih matang. Belgia memiliki kualitas individu untuk mengejutkan siapa pun, tetapi mereka harus bermain hampir tanpa kesalahan untuk membongkar pertahanan La Roja.
Prediksi skor: Spanyol 2-1 Belgia.
Jika Belgia mampu bertahan dari tekanan awal dan memaksimalkan serangan balik, pertandingan berpotensi berlangsung hingga babak tambahan. Namun berdasarkan performa sejauh ini, Spanyol memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan tiket ke semifinal.
