Dalam perjalanan ke Sulawesi Utara, baru sadar, ternyata definisi ’makanan ekstrem’ itu sangat tergantung dari mana kita berasal.
Di Pasar Kuliner Beriman Tomohon -jaraknya sejam bermobil dari Manado, Sulawesi Utara- kita akan menemukan ragam bahan makanan yang mungkin bagi sebagian orang terdengar tidak biasa: ada babi hutan, ular piton, anjing, tikus, kelelawar alias paniki, dan berbagai jenis daging lainnya.
Kota Tomohon di Sulawesi Utara dikenal sebagai Kota Bunga karena letaknya di dataran tinggi yang sejuk dan tanahnya yang sangat subur di kaki Gunung Lokon. Selain itu, Tomohon rutin mengadakan Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang menampilkan pawai kendaraan hias berlapis bunga (tour of nations) untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Datang ke sini bersama dua sahabat, Hilda Jein Palandung dan Terry Suoth.
Kami ingin melihat lebih dekat bagaimana kuliner bisa menjadi bagian dari sejarah, tradisi, mata pencaharian, dan kearifan lokal masyarakat.
Sebab Indonesia memang luar biasa.
Dari Sabang sampai Merauke, selera bisa berbeda-beda. Yang bagi kita “wah, kok bisa dimakan?”, bagi masyarakat di daerah tertentu bisa menjadi bagian dari tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun.
Nusantara bukan hanya kaya rempah. Nusantara juga kaya cerita di balik makanan.
Hari ini, kami belajar satu hal penting:
Jangan pernah pergi ke Pasar Tomohon dalam keadaan lapar… kalau belum siap dengan kejutan!
