Jakarta (iddaily.net) – Tim berlogo Meriam dari kota London dijuluki sebagai ‘duta runner-up Liga Inggris’. Mereka kerap gagal jadi juara dan hanya dapat posisi juara dua.
Musim ini sisa lima pertandingan, situasi getir terancam terulang.
Viral di media sosial, seorang stand-up comedian melontarkan jokesnya. Saya lupa siapa dia. Sepertinya Oki Rengga, eks penjaga gawang di beberapa satu klub Liga Indonesia.
”Saat Leicester juara, Arsenal runner-up. Kemudian, sekian tahun kemudian, ketika Leicester degradasi, masih juga Arsenal juara duanya,” celotehnya disambut tawa audiens.
Benar. Leicester City, klub milik taipan Thailand itu jadi juara Liga Inggris pada musim 2015/2016.
Jamie Vardy dan kawan-kawan meraih 81 angka, terpaut 10 poin di atas Arsenal. Disusul kemudian Tottenham Hotspurs, Manchester City, dan Manchester United.
Tujuh tahun berikutnya, pada musim 2022/2023, Leicester turun ke kasta kedua.
Saat itu tim berjuluk The Foxes alias Sang Rubah ini terdegradasi bersama Leeds United dan Southampton.
Di puncak klasemen, Manchester City jadi juara dengan 85 poin. Runner-upnya? Arsenal, 84 poin.
Cukup semusim Leicester di Liga Championship. Pada 2024/2025, tim yang bermarkas di King Power Stadium itu kembali naik ke Liga Primer.
Sayang, di sini mereka kembali ada di peringkat terbawah.
Turun lagi bersama Ipswich dan Southampton. Juara Liga Inggris diraih Liverpool dengan 84 poin. Siapa juara duanya? Arsenal, 74 angka.
Musim ini, Arsenal nampak begitu berjaya. Juara paruh musim alias puncak klasemen saat Natal bisa diraihnya.
Pada 2022/2023, tim London Utara itu memegang rekor saat memuncaki klasemen selama 248 hari di musim 2022/2023, tapi terpeleset di delapan pekan terakhir dan gagal juara.
Musim ini, Arsenal berada di posisi pertama selama 200 hari.
Jarak dengan Manchester City terpangkas. Tim Mikael Arteta kalah dari Bounemouth 1-2 dan kalah dengan skor yang sama pada partai ’final’ Liga Inggris dari Manchester City. Sebaliknya, bagi tim Pep Guardiola.
Kemanangan atas Arsenal lanjut tiga poin dari Burnley membuat nilai kedua tim sama-sama 70.
Manchester City berada di pucuk karena unggul produktivitas gol.
Ibarat beli bensin di SPBU Pertamina, Liga Inggris mulai dari nol!
Meme abadi itu muncul di platform X.
Seekor gajah jatuh dari ranting pohon yang didudukinya.
Menggambarkan kondisi seseorang (atau sebuah tim) yang tak bisa memikul beban berat ada di posisi tinggi.
Sejauh ini, Arteta masih yakin bisa juara Liga Premier.
Mereka terakhir juara Liga Inggris pada musim 2003/2004.
Lebih dari dua puluh tahun lalu! Saat itu, Arsenal mengoleksi 90 poin dari 38 pertandingan tanpa sekali pun menelan kekalahan.
Prestasi itu kemudian dikenal sebagai musim Invincibles, dan hingga kini masih dianggap salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah Liga Primer.
Di bawah asuhan Arsène Wenger, Arsenal kala itu diperkuat nama-nama ikonik seperti Thierry Henry, Patrick Vieira, Robert Pires, hingga Dennis Bergkamp.
Lima laga pertaruhan
“Kami sangat yakin bahwa kami bisa melakukannya. Hari ini kami kembali menunjukkan tim seperti apa kami sebenarnya. Ini ada di tangan kami dan bisa kami raih,” kata pelatih asal Spanyol itu usai kalah dari City.
Oke, kita lihat hitung-hitungan lima laga sisa dengan nilai sama 70 saat ini. Sama-sama punya tiga laga kandang dan dua laga tandang.
Arsenal melawan Newcastle home, Fulham home, West Ham away, Burnley home dan ditutup Cyrstal Palace away.
Di atas kertas, semua bisa (dan harus) disapu bersih.
Selain itu, The Gunners masih melaju di empat besar Liga Champions.
Atletico Madrid menunggu di semifinal.
Kalau menang, PSG atau Bayern Munich menanti di partai final di Budapes, Hungaria.
Sementara Manchester City punya jadwal tersisa melawan Everton away, Brentford home, Bournemouth away, dan ditutup dua home lawan Crystal Palace dan Aston Villa.
Di atas kertas, semua bisa (dan harus) disapu bersih.
Selain itu, City masih melaju di empat besar Piala FA.
Southampton menunggu di semifinal.
Kalau menang, Chelsea atau Leeds menanti di partai final di Wembley, London.
Jadi, siapa terpeleset?
Akankah Arsenal mematahkan mitos jadi ‘duta runner-up Liga Inggris’?
Mengakhiri dahaga juara setelah 22 tahun?
Atau melengkapi tragedi Leicester City, yang musim ini dipastikan degradasi lagi ke kasta ketiga Liga Inggris, sementara Arsenal kembali ‘setia’ sebagai runner-up EPL?
Kalau itu terjadi, maka satu meme viral lain akan kembali muncul: Five sides is Pentagon, six sides is Hexagon, eight sides is Octagon, Arsenal is Title Gone!
