Jakarta (iddaily.net) – Topan Srimulat merupakan salah satu pelawak senior asal Malang, Jawa Timur, yang dikenal luas melalui program komedi Ketoprak Humor.
Bersama sang adik, Leysus, Topan menjadi bagian dari generasi pelawak yang membawa warna lawakan khas Jawa Timur ke layar televisi.
Nama Topan kembali menjadi perhatian setelah ia meninggal dunia pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Namun, perjalanan hidupnya di dunia hiburan telah berlangsung selama puluhan tahun dan meninggalkan kenangan bagi penonton yang tumbuh bersama tayangan komedi era 1990-an hingga 2000-an.
Siapa Topan Srimulat?
Topan Srimulat dikenal sebagai nama panggung Topan Muhammad Sugianto. Ia lahir di Malang pada 12 April 1956 menurut profil KapanLagi.
Namun, sejumlah pemberitaan terbaru mengenai wafatnya menyebut tahun kelahiran 1955.
Topan merupakan kakak dari pelawak Leysus, yang memiliki nama asli Sugeng Winarso.
Keduanya sama-sama dikenal sebagai pelawak yang memiliki karakter lawakan khas Jawa Timur.
Nama Topan kemudian semakin dikenal masyarakat setelah tampil dalam berbagai program komedi televisi, terutama Ketoprak Humor.
Perjalanan Karier Topan Srimulat
Karier Topan di dunia lawak tidak dimulai langsung dari televisi.
Ia mengikuti jejak adiknya, Leysus, yang lebih dahulu terjun ke dunia pertunjukan. Leysus sebelumnya mengawali perjalanan seninya melalui Ketoprak Siswo Budoyo Tulungagung.
Topan kemudian mengikuti jejak sang adik dan mulai terjun ke dunia lawak pada sekitar 1992.
Pengalaman dari panggung seni tradisional tersebut menjadi bekal penting sebelum Topan dan Leysus dikenal melalui televisi.
Topan dan Leysus di Ketoprak Humor
Nama Topan dan Leysus paling lekat dengan Ketoprak Humor.
Program tersebut memadukan seni ketoprak dengan unsur komedi sehingga menghasilkan tontonan yang berbeda dari pertunjukan ketoprak konvensional.
Topan dan Leysus tampil bersama sejumlah pelawak senior lainnya. Karakter lawakan keduanya yang menggunakan nuansa Jawa Timur menjadi salah satu daya tarik tersendiri.
Ketoprak Humor kemudian menjadi salah satu program komedi yang populer pada era 1990-an.
Arsip pemberitaan lama juga menunjukkan bahwa Topan dan Leysus tetap aktif di dunia komedi setelah keluar dari Ketoprak Humor Samiaji.
Duet Kakak Beradik Topan dan Leysus
Hubungan kakak beradik menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karier Topan.
Leysus lebih dahulu terjun ke dunia lawak, kemudian Topan mengikuti jejaknya dan keduanya akhirnya sering tampil bersama dalam berbagai acara hiburan.
Selain Ketoprak Humor, Topan dan Leysus juga pernah terlibat dalam sejumlah program seperti Ronda, Pansus, dan Toples Show.
Keduanya juga pernah bergabung dengan grup lawak Srimulat dan keduanya dikenal sebagai salah satu pasangan lawak asal Malang yang memiliki tempat tersendiri di hati penonton.
Topan dan Leysus bukan hanya saudara kandung, tetapi juga rekan dalam perjalanan panjang dunia hiburan.
Ketika Leysus meninggal dunia pada 3 Januari 2006, Topan kehilangan sosok adik sekaligus partner dalam dunia lawak.
Dalam wawancara lama setelah kepergian Leysus, Topan mengenang sang adik sebagai sosok yang sangat dekat dengannya.
Kini, setelah Topan berpulang pada 2026, kisah duet kakak beradik tersebut kembali dikenang.
Topan dan Grup Lawak Srimulat
Meski lebih dikenal masyarakat melalui Ketoprak Humor, perjalanan Topan juga berkaitan dengan Srimulat.
Topan dan Leysus pernah bergabung dengan grup lawak tersebut dan pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan panjang Topan sebagai pelawak di tingkat nasional.
Nama Topan kemudian melekat dengan sebutan Topan Srimulat, meskipun perjalanan kariernya juga sangat identik dengan Ketoprak Humor.
Setelah Tidak Lagi Aktif di Televisi
Setelah tidak lagi aktif secara intensif di panggung komedi nasional, Topan tetap menjalani berbagai kegiatan di Malang.
Ia kemudian terlibat dalam dunia persepakbolaan di daerah kelahirannya.
Profil Topan mencatat dirinya aktif mengurus kegiatan sepak bola di Malang dan klub Arema Malang.
Peralihan aktivitas tersebut membuat Topan tidak lagi sesering sebelumnya muncul di layar televisi.
Meski demikian, namanya tetap dikenang oleh penonton yang mengikuti perjalanan Ketoprak Humor dan lawakan Indonesia pada masanya.
Gaya Lawakan Topan
Salah satu ciri yang melekat pada Topan adalah karakter lawakan yang kuat dengan nuansa Jawa Timur.
Bersama Leysus dan pelawak lainnya, Topan menghadirkan humor yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Karakter tersebut membuatnya menjadi bagian dari generasi pelawak yang berhasil membawa unsur seni pertunjukan tradisional ke televisi.
Ketoprak Humor sendiri memadukan cerita ketoprak dengan improvisasi dan humor, sehingga memberikan bentuk hiburan yang lebih ringan bagi penonton televisi.
Topan Srimulat Meninggal Dunia
Topan Srimulat meninggal dunia pada Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 WIB dalam usia 71 tahun. Ia meninggal di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.
Kabar tersebut menjadi duka bagi dunia hiburan Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang mengenal Topan melalui Ketoprak Humor.
Kepergian Topan juga mengingatkan kembali pada masa kejayaan program komedi televisi yang mempertemukan sejumlah pelawak senior dalam satu panggung.
Warisan Topan di Dunia Lawak Indonesia
Topan merupakan bagian dari generasi pelawak yang tumbuh dari panggung seni tradisional sebelum dikenal luas melalui televisi.
Perjalanan dari panggung ketoprak hingga layar kaca menjadi salah satu bagian menarik dari kariernya.
Bersama Leysus, Topan meninggalkan kenangan melalui berbagai pertunjukan komedi, terutama Ketoprak Humor.
Bagi penonton yang pernah mengikuti tayangan komedi pada era 1990-an dan 2000-an, nama Topan bukan sekadar seorang pelawak, tetapi bagian dari memori hiburan pada masa tersebut.
Topan Srimulat telah berpulang, tetapi tawa dan karya yang pernah ia hadirkan bersama para pelawak seangkatannya akan tetap menjadi bagian dari sejarah lawak Indonesia.
