Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Rilis Pers»Mengapa Unggas MBG Harus dari China?
Rilis Pers

Mengapa Unggas MBG Harus dari China?

ID NugrohoID Nugroho09 Mei 2026 / 19:05 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Anggota DPR RI Slamet menyoroti rencana kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan sejumlah perusahaan asal China dalam pengembangan hilirisasi industri unggas untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, langkah tersebut perlu dikaji secara hati-hati agar tidak justru melemahkan posisi peternak rakyat dalam negeri.

“Program MBG seharusnya menjadi momentum kebangkitan peternak lokal, bukan malah membuka ruang ketergantungan baru terhadap pihak luar. Indonesia memiliki kapasitas produksi telur dan ayam yang besar. Yang perlu diperkuat adalah tata kelola, distribusi, serta keberpihakan terhadap peternak rakyat,” ujar Slamet dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Ia menilai, ketika harga telur di tingkat peternak sedang mengalami tekanan akibat lemahnya serapan pasar dan tingginya biaya produksi, masuknya investasi atau skema industri yang terlalu dominan dari luar negeri justru berpotensi mempersempit ruang usaha peternak mandiri dan UMKM peternakan di daerah.

Menurut Slamet, kebutuhan protein hewani untuk program MBG seharusnya dapat dipenuhi melalui penguatan kapasitas produksi nasional.

Pemerintah dinilai perlu fokus pada pembinaan peternak rakyat, penguatan koperasi peternak, serta stabilisasi faktor produksi seperti harga pakan yang selama ini menjadi beban utama usaha peternakan unggas.

“Masalah utama peternak hari ini bukan kemampuan produksi, tetapi biaya produksi yang tinggi dan pasar yang belum stabil. Karena itu, solusi yang dibutuhkan adalah penguatan peternak lokal, bukan membuka kompetisi yang semakin berat bagi mereka,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa komponen pakan mencapai sebagian besar biaya produksi peternakan unggas.

Oleh sebab itu, pemerintah perlu memperkuat kebijakan produksi jagung nasional, pengembangan bahan baku pakan alternatif berbasis lokal, serta penguatan cadangan bahan baku pakan untuk menjaga kestabilan harga.

Selain itu, Slamet juga mendorong agar program MBG benar-benar terintegrasi dengan rantai pasok peternak lokal di berbagai daerah.

Menurutnya, penyerapan telur dan ayam dari koperasi maupun kelompok peternak rakyat akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar terhadap penguatan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Slamet menyampaikan bahwa penguatan perlindungan peternak lokal akan menjadi salah satu perhatian penting dalam pembahasan revisi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan (UU PKH).

Ia menilai regulasi ke depan harus memberikan keberpihakan yang lebih kuat terhadap peternak rakyat di tengah persaingan industri yang semakin besar.

“Kita ingin revisi UU PKH benar-benar menghadirkan perlindungan dan penguatan peternak lokal, mulai dari aspek pembiayaan, stabilisasi harga, perlindungan usaha rakyat, hingga prioritas keterlibatan peternak domestik dalam program strategis nasional seperti MBG,” tegasnya.

china kadin mbg
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMengenal Semesta Alam di Lereng Pegunungan Kawasan Bromo
Next Article Soal Harga Sepatu, Kemensos Merapat Ke KPK
ID Nugroho

Jurnalis dan blogger senior, tergila-gila pada dunia jurnalistik dan musik

Related Posts

Inflasi Indonesia Oktober 2026 Capai 3,23 Persen, Harga Pangan Masih Jadi Sorotan

03 November 2026 / 10:40 WIB

Penggerebekan Ugal-Ugalan, DPR Desak LPSK Turun Tangan

31 Oktober 2026 / 08:23 WIB

Libatkan Gen Z Kenali Mikroplastik, Raih Penghargaan Edukasi Sains

31 Oktober 2026 / 08:00 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Dua Gunung di Jawa Timur Erupsi Hampir Bersamaan, Ini Penjelasan-Potensi Bahayanya

07 November 2026 / 13:03 WIB

Cara Mengenali HP Disadap dan Melindungi Data Pribadi, Kenali Tanda-tandanya

07 November 2026 / 12:24 WIB

Semeru Kembali Erupsi 7 Kali Jumat 6 Nov 2026, Sehari Sebelumnya Luncurkan Awan Panas 4,5 Km

06 November 2026 / 14:08 WIB

Nowela dan Bennett A.K. Rilis “Semangat Maju”, Lagu untuk Mimpi Indonesia Jadi Juara

06 November 2026 / 13:41 WIB

Gunung Bromo Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, BPBD Minta Wisatawan Waspada

06 November 2026 / 13:18 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.