Jakarta (iddaily.net) – Pantai Boom Banyuwangi menjadi salah satu destinasi wisata pesisir yang menarik dikunjungi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Pantai yang menghadap langsung ke Selat Bali ini menawarkan panorama laut, ruang terbuka untuk bersantai, serta kawasan wisata yang menjadi panggung berbagai kegiatan seni dan budaya.
Nama Pantai Boom juga dikenal luas melalui Festival Gandrung Sewu 2026i, pertunjukan tari kolosal khas Banyuwangi yang melibatkan ribuan penari.
Pada 24 Oktober 2026, kawasan Pantai Boom Marina kembali menjadi lokasi penyelenggaraan festival tersebut dengan konsep pertunjukan malam bertajuk Gandrung Sewu Glow in the Dark.
Namun, daya tarik Pantai Boom tidak berhenti setelah festival berakhir. Kawasan ini memiliki sejarah sebagai tempat aktivitas nelayan dan pelabuhan rakyat, sekaligus berkembang menjadi destinasi wisata yang menggabungkan panorama pesisir dan kegiatan budaya.
Lantas, apa saja daya tarik Pantai Boom Banyuwangi, bagaimana sejarahnya, dan apa yang bisa dilakukan wisatawan ketika berkunjung?
Sejarah Pantai Boom Banyuwangi
Pantai Boom memiliki hubungan erat dengan aktivitas maritim masyarakat Banyuwangi.
Sebelum berkembang menjadi kawasan wisata, lokasi ini dikenal sebagai tempat nelayan berlabuh dan kawasan yang mendukung aktivitas perdagangan hasil laut.
Di kawasan tersebut, aktivitas perikanan pernah menjadi bagian penting kehidupan masyarakat pesisir, termasuk melalui kegiatan pelelangan ikan.
Seiring perkembangan pariwisata Banyuwangi, kawasan Pantai Boom mengalami penataan untuk menghadirkan ruang publik dan fasilitas rekreasi.
Meski fungsinya berkembang, identitas pesisir dan hubungannya dengan kehidupan masyarakat setempat tetap menjadi bagian dari daya tariknya.
Kini, Pantai Boom dikenal sebagai salah satu tujuan wisata yang dapat dikunjungi untuk menikmati pemandangan laut, berjalan santai, berfoto, maupun menyaksikan kegiatan seni dan budaya.
7 Daya Tarik Pantai Boom Banyuwangi
1. Panorama Selat Bali
Salah satu daya tarik utama Pantai Boom adalah pemandangan Selat Bali yang terbentang di hadapan kawasan wisata.
Lokasinya di sisi timur Kota Banyuwangi membuat pengunjung dapat menikmati suasana pesisir dengan hamparan laut terbuka.
Ketika cuaca cerah, kawasan ini juga menawarkan pemandangan ke arah Pulau Bali dari kejauhan.
Panorama tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin bersantai sambil menikmati suasana pantai tanpa harus meninggalkan kawasan perkotaan terlalu jauh.
2. Jembatan Lorong Waktu
Pantai Boom memiliki ikon berupa Jembatan Lorong Waktu yang membentang ke arah laut.
Jembatan ini menjadi salah satu titik yang menarik perhatian pengunjung karena menawarkan sudut pandang berbeda untuk menikmati panorama Selat Bali.
Bagi wisatawan yang gemar fotografi, kawasan jembatan dapat menjadi lokasi untuk mengambil gambar dengan latar laut dan bentang pesisir.
Pengunjung tetap perlu memperhatikan rambu serta ketentuan akses yang berlaku di lokasi.
3. Tempat Menikmati Matahari Terbenam
Pantai Boom juga dapat menjadi pilihan untuk menikmati perubahan warna langit menjelang malam.
Cahaya matahari yang perlahan meredup menciptakan suasana berbeda di kawasan pesisir.
Wisatawan dapat menikmati momen tersebut sambil berjalan santai atau duduk di area yang diperbolehkan untuk pengunjung.
Pemandangan matahari terbenam bergantung pada kondisi cuaca dan posisi pandang. Karena itu, pengalaman setiap pengunjung dapat berbeda.
4. Ruang Terbuka untuk Bersantai
Selain pemandangan laut, Pantai Boom menawarkan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk berjalan santai dan menikmati suasana pantai.
Kawasan ini cocok bagi pengunjung yang ingin beristirahat dari rutinitas, berkumpul bersama keluarga, atau sekadar menikmati angin laut.
Wisatawan sebaiknya tetap memperhatikan kebersihan kawasan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mengikuti petunjuk pengelola, terutama di area yang berdekatan dengan laut.
5. Lokasi Festival Gandrung Sewu
Pantai Boom Marina merupakan lokasi penyelenggaraan Festival Gandrung Sewu, salah satu agenda budaya unggulan Banyuwangi.
Festival ini pertama kali digelar pada 2012 dan berkembang menjadi pertunjukan tari kolosal yang mengangkat Tari Gandrung sebagai identitas budaya masyarakat Banyuwangi.
Pada 2026, Gandrung Sewu mengusung tema Kembang Dermo dan untuk pertama kalinya diselenggarakan pada malam hari dengan konsep Glow in the Dark.
Pertunjukan pada 24 Oktober 2026 tersebut menghadirkan perpaduan gerak tari, tata cahaya, dan suasana pesisir.
Kehadiran festival turut memperkenalkan Pantai Boom kepada wisatawan yang datang untuk menyaksikan kekayaan seni dan budaya Banyuwangi.
Meski demikian, pengunjung yang ingin menikmati kawasan ini di luar masa festival sebaiknya memeriksa informasi terbaru dari pengelola mengenai akses, kegiatan, dan area yang dibuka untuk umum.
6. Dekat dengan Kuliner dan Aktivitas Ekonomi Lokal
Kawasan wisata Pantai Boom dan lingkungan sekitarnya dapat menjadi bagian dari perjalanan wisata kuliner di Banyuwangi.
Wisatawan dapat mencari makanan dan minuman dari pelaku usaha lokal, termasuk sajian khas daerah yang tersedia di sekitar kawasan wisata maupun pusat kota.
Kegiatan wisata semacam ini berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha setempat.
Ketersediaan lapak dan tempat makan dapat berubah sesuai pengelolaan kawasan dan kegiatan yang sedang berlangsung.
7. Bagian dari Wisata Kota Banyuwangi
Lokasi Pantai Boom yang relatif dekat dengan pusat Kota Banyuwangi membuatnya dapat dimasukkan dalam perjalanan wisata singkat.
Wisatawan bisa mengombinasikan kunjungan ke pantai dengan destinasi lain di kota, menikmati kuliner lokal, atau mengenal sejarah dan budaya Banyuwangi.
Bagi pengunjung yang datang dari luar daerah untuk menghadiri festival, Pantai Boom juga dapat menjadi titik awal untuk menjelajahi destinasi lain di Banyuwangi sebelum melanjutkan perjalanan.
Lokasi Pantai Boom Banyuwangi
Pantai Boom Marina berada di kawasan Kampungmandar, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Letaknya tidak jauh dari pusat kota sehingga relatif mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi yang tersedia di Banyuwangi.
Untuk menemukan lokasi, wisatawan dapat menggunakan peta digital dengan kata kunci Pantai Boom Marina Banyuwangi.
Sebelum berangkat, pengunjung disarankan memeriksa kondisi lalu lintas, akses masuk, dan kemungkinan pengaturan jalan jika terdapat agenda besar atau kegiatan khusus di kawasan pantai.
Pantai Boom, Wisata Pesisir dan Budaya Banyuwangi
Pantai Boom Banyuwangi memperlihatkan bagaimana sebuah kawasan pesisir dapat berkembang dari ruang yang berkaitan dengan aktivitas nelayan menjadi destinasi wisata dan panggung kegiatan budaya.
Panorama Selat Bali, Jembatan Lorong Waktu, ruang terbuka, serta penyelenggaraan Festival Gandrung Sewu menjadi bagian dari identitas kawasan ini.
Bagi wisatawan, Pantai Boom dapat menjadi pilihan untuk menikmati suasana pesisir sekaligus mengenal budaya Banyuwangi.
Sementara bagi masyarakat setempat, pengembangan pariwisata yang berkelanjutan perlu tetap memperhatikan kebersihan, kelestarian lingkungan, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi lokal.
Dengan daya tarik alam dan budayanya, Pantai Boom layak masuk daftar destinasi yang dipertimbangkan ketika merencanakan perjalanan ke Banyuwangi.
Tips Berkunjung ke Pantai Boom Banyuwangi
Agar kunjungan lebih nyaman, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan wisatawan:
Pilih waktu kunjungan: pagi atau sore dapat menjadi pilihan untuk menikmati suasana pantai.
Periksa informasi tiket: harga tiket masuk, parkir, dan ketentuan kunjungan dapat berubah. Pastikan mengecek informasi terbaru dari pengelola sebelum berangkat.
Perhatikan cuaca: kondisi cuaca dapat memengaruhi kenyamanan menikmati kawasan pesisir.
Jaga kebersihan: bawa kembali sampah pribadi atau buang pada tempat yang disediakan.
Patuhi aturan keselamatan: jangan memasuki area terlarang atau mendekati laut ketika kondisi tidak aman.
Cek agenda kegiatan: apabila berkunjung saat festival atau acara besar, cari informasi mengenai akses, parkir, dan pengaturan pengunjung.
