Jakarta (iddaily.net) – Ruas Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi atau Tol Probowangi/Prosiwangi segmen Gending-Kraksaan-Paiton resmi dibuka untuk umum mulai Rabu, 30 September 2026.
Pengoperasian ruas sepanjang 23,515 kilometer tersebut dimulai pukul 10.00 WIB.
Menariknya, pengguna jalan belum dikenakan tarif selama 14 hari pertama.
Masa bebas tarif tersebut merupakan bagian dari periode sosialisasi sebelum Tol Prosiwangi segmen Gending-Kraksaan-Paiton memasuki tahap operasi bertarif.
Pembukaan ruas ini mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 7674/KPTS/Mn/2026 tentang penetapan pengoperasian Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi segmen Gending-Simpang Susun (SS) Kraksaan-SS Paiton.
Nama Prosiwangi sendiri melambangkan Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi, tiga daerah yang akan dilintasi tol ini.
Gratis 14 Hari, Tetap Siapkan Kartu Uang Elektronik
Humas Tol Prosiwangi, Himajaya, menjelaskan masyarakat dapat memanfaatkan ruas tersebut tanpa tarif selama 14 hari kalender.
“Masa gratis tersebut, merupakan bagian periode sosialisasi sebelum tarif tol diberlakukan,” ungkap Himajaya dilansir dari Kompas.
Meski belum dikenakan biaya, pengguna jalan tetap diminta membawa kartu uang elektronik dengan saldo yang mencukupi.
Hal ini karena periode gratis tersebut juga digunakan untuk memperkenalkan sistem transaksi kepada masyarakat sebelum tarif resmi diberlakukan.
Selama masa sosialisasi, pengelola akan memberikan informasi mengenai mekanisme transaksi, golongan kendaraan hingga tarif yang nantinya berlaku.
Terbagi Dua Seksi
Ruas yang dibuka terdiri atas dua bagian, yakni Gending-Kraksaan dan Kraksaan-Paiton.
Total panjang kedua seksi tersebut mencapai sekitar 23,5 kilometer.
Pengoperasian ruas ini sebelumnya telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi persyaratan laik fungsi, baik dari sisi teknis, administratif maupun sistem operasi jalan tol.
Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), Adi Prasetyanto, mengatakan pengoperasian tanpa tarif selama dua minggu menjadi bagian dari tahapan sosialisasi kepada masyarakat.
“Selama 14 hari ini akan dioperasikan tanpa tarif, ini menjadi bagian dari tahapan sosialisasi untuk memperkenalkan akses baru kepada masyarakat sekaligus memberikan alternatif akses yang lebih mudah menuju berbagai destinasi wisata di kawasan Probolinggo, Situbondo, dan sekitarnya,” ujar Adi.
Alternatif Jalur Pantura
Kehadiran Tol Prosiwangi segmen Gending-Kraksaan-Paiton memberikan alternatif bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju wilayah timur Jawa Timur.
Ruas tersebut juga diharapkan membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur arteri pantai utara atau Pantura, khususnya kawasan Pajarakan dan jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba ruas baru ini, masa gratis berlangsung selama 14 hari sejak pengoperasian.
Namun, pengguna jalan tetap perlu mempersiapkan kartu uang elektronik karena setelah masa sosialisasi selesai, perjalanan akan dikenakan tarif sesuai golongan kendaraan dan asal-tujuan perjalanan.
