Banjarbaru (iddaily.net) – Senang kembali ke Banjar. Bagaimana mengucapkannya dengan benar, saya senang kembali ke Banjar?
”Ulun Katuju Bulik ke Banjar. Saya senang kembali ke Banjar,” kata Dania, petugas front office Hotel Grand Qin, Banjarbaru.
Asyik label hotel bintang tiga ini.
Nama lengkapnya Grand Qin Hotel Syariah. Lokasinya persis di perbatasan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, yang beribukotan Martapura.
Tiga daerah ini lokasinya berimpitan.
Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kota Banjarmasin.
Sejak empat tahun silam, ibu kota Kalimantan Selatan pindah dari Banjarmasin ke Banjarbaru.
Sesuai Undang-Undang nomor 8 tahun 2022 yang disahkan pada 15 Februari 2022.
”Sebagai sebuah kota besar, Banjarmasin terlalu padat, Banyak wilayah kumuh di sana,” kata Rudy, pengemudi taksi daring yang mengantar kami menuju Bandara Syamsudin Noor.
Banjarmasin punya penduduk sekitar 680 ribu jiwa, sementara Banjarbaru dihuni 290 ribu orang.
Pemindahan ibukota didorong oleh faktor historis, keterbatasan lahan di Banjarmasin, serta upaya pemerataan pembangunan dan dukungan terhadap konsep kawasan ’Banjar Bakula’.
Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut.
Bandara Syamsudin Noor dan Kantor Gubernur ada di Banjarbaru, sementara mal dan hotel besar masih ada di kota bisnisnya, Banjarmasin.
Kalimantan Selatan, Bumi Lambung Mangkurat, terkenal dengan wisata belanja di sungai, karena Banjarmasin, kota terbesar di sini dikenal dengan julukan ’kota seribu sungai’.
Kalimantan Selatan juga dikenal sebagai Bumi Antasari, karena ada sosok yang ada di lembaran uang dua ribu rupiah:
Pangeran Antasari (1797-1862), pahlawan nasional Indonesia yang memimpin Perang Banjar melawan Belanda.
Saat ini, Kalsel dipimpin duet Muhidin-Hasnuryadi Sulaiman.
Muhidin merupakan politikus Partai Amanat Nasional, pernah menjabat Wali Kota Banjarmasan dan Wakil Gubernur Kalsel. Wakilnya, Hasnur, dikenal sebagai eks anggota DPR dari Partai Golkar dan juga bos klub sepak bola Barito Putera.
Barito tengah berjuang dari Liga Championship alias Liga 2 untuk kembali ke kasta tertinggi persepakbolaa Indonesia.
Daerah ini juga kerap menyebut sebagai ’Banua’ kampung halaman mencerminkan ikatan budaya dan emosional masyarakat Banjar terhadap tanah tempat mereka tumbuh.
Salam dari tanah Banua, Kalimantan Selatan.
