Jakarta (iddaily.net) – Gunung Semeru perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Kamis (13/8/2026) dini hari.
Letusan disertai suara gemuruh cukup kuat dan kolom abu vulkanik mencapai sekitar 900 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian melaporkan erupsi terjadi pada pukul 00.52 WIB.
Tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau mencapai sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu vulkanik yang keluar saat erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah tenggara.
Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 26 detik. Erupsi juga disertai suara gemuruh kuat.
Aktivitas vulkanik kemudian kembali terjadi pada pukul 01.45 WIB, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak.
Selang beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 01.57 WIB, Semeru erupsi kembali terjadi dengan tinggi letusan mencapai sekitar 900 meter di atas puncak.
Semeru Masih Berstatus Siaga
Gunung Semeru saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, warga di luar radius tersebut diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut masih rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
PVMBG turut mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Beberapa jalur sungai yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Sehari Sebelumnya Lava Pijar Meluncur 1 Kilometer
Aktivitas erupsi Semeru juga terjadi sehari sebelumnya, Rabu (12/8/2026).
Saat itu, petugas mengamati guguran lava pijar yang meluncur sejauh sekitar 1 kilometer dari kawah ke arah tenggara.
Pada hari yang sama, tercatat sebanyak 13 kali letusan dengan tinggi kolom abu berkisar 400 hingga 800 meter di atas puncak.
Asap erupsi saat itu teramati berwarna kelabu tebal dan bergerak ke arah timur laut.
Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan Gunung Semeru masih mengalami aktivitas erupsi yang cukup tinggi.
Masyarakat di wilayah rawan bencana diminta tidak mendekati zona yang telah ditetapkan serta terus mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan pihak berwenang.
