Jakarta (iddaily.net) – Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, berulang kali mengalami erupsi sejak pagi hingga malam hari, Jumat (10/7/2026).
Erupsi yang terjadi sebanyak 8 kali ini sempat meluncurkan lava pijar sejauh 1,5 km ke arah tenggara.
Meski begitu status Semeru masih siaga atau level III dan masyarakat diimbau menjauhi area berbahaya.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, guguran lava pijar meluncur dari puncak kawah menuju kawasan Besuk Kobokan.
Selain itu, petugas juga mengamati lima kali letusan dengan kolom asap berwarna kelabu setinggi sekitar 500 meter yang mengarah ke timur.
“Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke tenggara,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam keterangannya.
Pihaknya mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Dan mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
