Jakarta (iddaily.net) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar telah berakhir pada Kamis (2/7/2027).
Hingga hari ini, Jumat (3/7/2026) total ada 13 kasus hantavirus, 12 suspect dan satu positif dan 3 meninggal dunia.
Semua kasus yang terpapar tersebut adalah penumpang atau awak kapal AS dari kapal pesiar MV Hondius berbendera Belanda.
Kepala WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus yang dikutip dari abcnews.com menyebut masa karantina dan pemantauan yang direkomendasikan untuk paparan hantavirus adalah 42 hari.
“Individu tersebut dinyatakan negatif dan kembali ke rumah. Tidak ada kasus lebih lanjut yang dilaporkan sejak 25 Mei,” kata Tedros selama konferensi pers.
Tedros mengatakan lebih dari 650 kontak telah diidentifikasi dan ditindaklanjuti oleh otoritas kesehatan di 33 negara dan wilayah.
“Meskipun wabah telah berakhir, WHO akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan mitra untuk memajukan pemahaman kita tentang wabah ini dan tentang hantavirus secara umum,” kata Tedros.
“Kami juga mengkoordinasikan studi yang melibatkan 21 negara untuk memahami bagaimana penyakit ini berkembang, yang akan mendukung pengembangan diagnostik, terapi, dan vaksin untuk wabah di masa mendatang,” tegasnya.
WHO mengatakan telah menerima pemberitahuan pada 2 Mei tentang klaster “penyakit pernapasan akut parah” di atas MV Hondius, termasuk dua kematian dan satu penumpang yang sakit kritis.
Hipotesis kerja di balik klaster tersebut adalah bahwa kasus pertama terinfeksi hantavirus saat berada di darat, sebelum naik kapal pesiar, menurut WHO.
Setidaknya 11 kasus yang dikonfirmasi positif terinfeksi virus Andes, strain hantavirus yang langka, dan satu-satunya yang diketahui menular antar manusia, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.
Hantavirus disebarkan oleh hewan pengerat. Virus ini dianggap langka, hingga kini belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuknya.
Virus varian Andes yang menyebabkan wabah di MV Hondius adalah satu-satunya jenis hantavirus yang sejauh ini diketahui dapat menular antarmanusia.
Sebelumnya, klaster dugaan hantavirus muncul di kapal pesiar MV Hondius.
Otomatis virus hanta ini menarik perhatian, apalagi sejumlah penumpang kapal pesiar mengalami gangguan pernapasan berat selama pelayaran lintas negara.
