Jakarta (iddaily.net) –Musisi muda asal Indonesia Timur, Mario G. Klau, kembali memperkenalkan karya terbarunya melalui single bertajuk Otak di Mana yang diproduksi di bawah naungan Megah Music.
Dalam lagu ini, Mario menggandeng Juan Reza sebagai kolaborator untuk menghadirkan warna musik yang energik sekaligus membawa karakter khas musik dari Indonesia Timur.
Berbeda dengan beberapa karya sebelumnya, proses produksi “Otak di Mana” memakan waktu sekitar tiga bulan.
Mario mengungkapkan bahwa durasi pengerjaan yang lebih panjang dilakukan karena ia ingin memastikan seluruh konsep lagu, mulai dari penulisan hingga proses rekaman, dipersiapkan secara matang sebelum dirilis kepada publik.
Penyanyi kelahiran Maumere, Nusa Tenggara Timur, itu menjelaskan bahwa lagu tersebut tidak lahir dari pengalaman pribadi.
Inspirasi justru datang dari berbagai fenomena hubungan yang ramai diperbincangkan di media sosial, terutama melalui platform TikTok.
Menurut Mario, lagu ini mengangkat pesan agar seseorang berpikir matang sebelum berbuat buruk kepada orang lain karena setiap tindakan dapat berbalik kepada pelakunya.
Meski mengangkat tema hubungan yang cukup serius, Mario memilih menyampaikannya melalui lirik yang lugas, satir, dan penuh sindiran.
Ia menilai gaya bertutur seperti itu merupakan bagian dari identitas masyarakat Indonesia Timur yang dikenal berani, apa adanya, dan kaya dengan ungkapan yang tajam.
Karakter tersebut sengaja dipertahankan agar karya-karyanya tetap memiliki ciri khas yang kuat.
Untuk memperkuat nuansa tersebut, Mario menggandeng Juan Reza yang dinilai memiliki karakter vokal dan energi panggung yang selaras dengan konsep lagu.
Kolaborasi keduanya diharapkan mampu menghadirkan dinamika baru yang semakin mempertegas nuansa ceria di balik pesan yang disampaikan.
“Otak di Mana” juga menjadi bagian dari proyek musik yang lebih besar bertajuk Projek Timuran. Mario mengungkapkan masih menyiapkan empat lagu baru yang akan dirilis sebagai kelanjutan proyek tersebut.
Meski demikian, ia memastikan karya berikutnya tidak seluruhnya mengusung irama cepat karena akan menghadirkan variasi genre dan suasana musik yang lebih beragam.
Secara musikal, single terbaru ini mengusung aransemen upbeat yang dipadukan dengan lirik bernada kritik sosial.
Perpaduan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman mendengarkan yang ringan sekaligus relevan dengan kebiasaan generasi muda yang aktif di media sosial.
Mario berharap “Otak di Mana” dapat diterima luas, khususnya oleh para kreator konten digital, pengguna TikTok, penari, hingga komunitas pembuat video pendek yang kerap menggunakan lagu-lagu populer sebagai latar konten mereka.
Menurutnya, irama yang enerjik membuat lagu ini cocok digunakan untuk dance challenge maupun tren velocity yang sedang berkembang di berbagai platform digital.
Meski mengangkat kisah yang menyiratkan kekecewaan dalam hubungan, Mario menilai kemasan musik yang ceria akan membuat lagu tersebut tetap terasa menghibur ketika dinikmati bersama.
Ia ingin pendengar tidak hanya memahami pesan yang dibawa, tetapi juga menikmati irama yang mengajak untuk bergoyang.
Melalui perilisan “Otak di Mana”, Mario G. Klau kembali menegaskan komitmennya menghadirkan karya yang dekat dengan kultur anak muda tanpa meninggalkan identitas musikal Indonesia Timur yang selama ini menjadi kekuatan utamanya.
Single tersebut kini telah tersedia dan dapat dinikmati melalui berbagai platform layanan musik digital.
