Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) dan berbagai organisasi masyarakat sipil menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III...
!doctype>
Controversial
Dalam sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia menyampaikan tidak bisa menerima gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL. “Kami tidak bisa menerima pembunuhan terhadap para penjaga perdamaian ini! (We cannot accept this killings of peacekeepers!)” kata Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, dalam rapat DK PBB yang disiarkan langsung di kanal YouTube PBB, United Nations, Selasa (31/3/2026).
Meninggalnya 3 TNI ketika bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon, adalah ujian bagi Indonesia. Apakah bisa tegas bersikap pada Israel sebagai pelaku pembunuhan, atau justru sebaliknya. Tentu, kita berharap Indonesia tegas menyatakan protes keras atas kejadian ini.
Hari ini tujuh tahun lalu, Munir, aktivis HAM dibunuh dalam perjalanannya menuju Belanda. Tragedi kemanusiaan itu sempat dibumbui angin surga, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji akan menuntaskan kasus itu. Tapi, kosong... Hari ini di tahun ini, demonstrasi menuntut penuntasan kasus pembunuhan Munir di depan Istana Merdeka, Jakarta diwarnai dengan bentrokan dengan aparat keamanan. Usman Hamid 'Kontras', sahabat Alm. Munir dipukuli, beberapa orang terluka. Video ini adalah karya Dandhy D. Laksono, videographer yang mengabadikan kasus Munir. Video ini hanya satu, dari lima video lain. | Iman D. Nugroho
Kami masih mengenangmu cak,..
Reviewed by Iman D. Nugroho
on
7.9.11
Rating: 5
Di tengah udara segar dataran tinggi, ribuan orang sudah memadati lokasi sejak subuh untuk menyaksikan balon-balon udara raksasa terangkat perlahan ke langit. Bagi saya, ini bukan sekadar perburuan gambar, melainkan perjumpaan langsung dengan tradisi rakyat yang kini menjadi peristiwa budaya bergaung internasional.
Tidak ada komentar