18 January 2022

Bila saya menjadi Gibran dan Kaesang yang dilaporkan ke KPK oleh Ubeidilah


Bila saya adalah Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, maka saya memandang pelaporan Ubeidilah Badrun sebagai momen yang ditunggu-tunggu. Momen yang bisa menjadi contoh bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memahami apa itu “kesetaraan di depan hukum” dan “terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi”. 

05 June 2020

New normal yang abnormal ala Dandhy Laksono


Jurnalis dan pendiri Watchdoc Dandhy D Laksono memiliki definisi sendiri soal new normal. Singkat kata, bagi sutradara film fenomenal Sexy Killers ini, "New normal adalah kondisi normal biasa (dengan perbagai problematika hidup yang tidak berubah) , hanya tambah pakai masker," katanya. Penjelasan panjangnya ada di #NgobrolYuk Dandhy D. Laksono bareng Iman D. Nugroho. Semoga bermanfaat.

New Normal ala Kang Maman


New Normal di masa pandemi Covid19 menjadi "kata baru" yang sering diucapkan. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo pun sering mengucapkannya. Bagaimana definisi new normal menurut kang Maman Suherman? Jurnalis yang juga penulis buku kreator acara tv ini menjelaskan dalam #NgobrolYuk bareng Iman D. Nugroho. Semoga bermanfaat.

03 April 2020

COVID19 menyadarkan betapa rapuhnya kita

Tulisan ini bukan soal virus corona. Tapi soal cerminan betapa rapuhnya kita saat dihantam virus itu.
Hampir semua orang yang melek informasi, pasti mengetahui apa itu virus corona atau #Covid19. Semua referensi tentang Covid19 sudah banyak beredar. Bahkan, bila ada perkembangan penting, media televisi menyiarkan "breaking news". Sementara media dotcom dan media cetak membahas panjang dalam platformnya. Belum lagi media sosial. Semuanya adalah tanda: betapa mendesaknya pandemi dunia itu.

21 October 2019

Bahaya mengintai di Taman Sempur Bogor


Arena skateboard yang sering digunakan pula sebagai arena bermain anak-anak di Taman Sempur Bogor, seolah bahaya yang mengintai. Tidak adanya pembatas memperbesar bahaya yang mungkin datang.

14 September 2019

Melumat KPK

Karikatur yang dibuat jurnalis Hendro D. Laksono pada 2016 ini masih kontekstual menggambarkan kondisi September 2019. Ketika revisi UU KPK yang diketok DPR dan setuju untuk dibahas oleh Pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo, dikhawatirkan banyak pihak akan melemahkan KPK. Apalagi, dengan terpilihnya Irjen Firli Bahuri, sosok yang kontroversial karena disorot banyak pihak, atas dugaan pelangaran etik, justru terpilih sebagai Ketua KPK 2019-2023.

07 September 2019

Bila saya koruptor, saya akan terus menyerang KPK

Mari berpikir sebagai koruptor. Apa yang akan kita lakukan pada Komisi Pemberantasan Korupsi?

02 August 2019

Apa sulitnya menyelesaikan kasus Novel Baswedan?

Pada 20 Juli 2019, Presiden Joko Widodo menegaskan batas waktu tiga bulan untuk Kapolri Tito Karnavian menyelesaikan kasus Novel Baswedan. Artinya, pada 20 Oktober 2019, bersamaan hari pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden, kasus itu harus tuntas. 

28 July 2019

Apakah Menteri Agama harus selalu beragama Islam?

Indonesia memiliki enam agama resmi, dan mungkin ratusan agama-agama lain yang tersebar di nusantara. Tapi mengapa jabatan Menteri Agama selalu dari golongan agama Islam?

26 July 2019

Belajar dari Mega, Prabowo, Paloh dan Anies

Bertemunya Megawati-Prabowo, dan Surya Paloh-Anies Baswedan, bagaikan pelajaran politik yang tidak menyenangkan di dunia politik Indonesia. Berikut ini catatan kecilnya.

24 July 2019

Ganja, dilihat dari sudut berbeda

Ganja kembali menjadi berita, setelah seorang artis ditangkap. Tulisan pendek ini mencoba melihat ganja dari sudut pandang yang berbeda.

08 May 2017

MENGAPA SAYA MENOLAK PEMBUBARAN HTI?

"Saya tidak setuju perjuangan HTI, tapi saya tidak setuju HTI dibubarkan."
Kalimat di atas adalah status pertama saya, merespon pernyataan pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), melalui jalur pengadilan. Begitu mendengar pernyataan yang dibacakan Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto itu, saya sebagai orang yang tidak setuju dengan perjuangan HTI mendirikan Khilafah, justru tidak setuju dengan Wiranto. Mengapa?

20 January 2017

"INDAHNYA" BERAGAMA DAN BERKAFIR DI JAMAN INI


Karena saya adalah orang yang tidak cukup soleh dalam urusan agama, tulisan ini memang tidak layak baca. Karena tulisan ini adalah gambaran dari saya, tentang “beragama” dan “berkafir” di waktu yang sama.

21 October 2016

DUA TAHUN JOKOWI, BERHARAP ADA PERBAIKAN


Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah berusia dua tahun. Banyak yang sudah diraih, tapi juga masih tersisa bertumpuk pekerjaan rumah. Video ini berisi ungkapan harapan berbagai kalangan pada Pemerintahan Jokowi-JK. Semoga didengar dan dilaksanakan.

ID NUGROHO

08 April 2016

SEBUAH DEWAN PERS, DENGAN PR BERTUMPUK

 
ILUSTRASI: Makesocialmediasell.com
Sembilan anggota Dewan Pers periode 2016-2019 terpilih sudah. Mereka adalah Ahmad Djauhar, Hendry Chairudin Bangun, Imam Wahyudi, Jimmy Silalahi, Nezar Patria, Ratna Komala, Reva Dedy Utama, Sinyo Hary Sarundajang dan Yosep Adi Prasetyo. Yosep atau akrab dipanggil Stanley, terpilih sebagai ketua, didampingi Ahmad Djauhar sebagai wakilnya.

13 March 2016

AHOK, POLITIK DAN SENTIMEN AGAMA YANG MASIH SAJA ADA



Video ini saya bikin setelah saya membuat status di media sosial tentang hubungan agama dan politik. Dalam konteks Pilkada DKI Jakarta yang mulai diwarnai sentimen agama itu saya bertanya:

"Apakah anda merasa hebat dan pantas menjadi ahli surga, setelah mengeshare dukungan/seruan mendukung calon dalam Pilkada, dengan mengatakan calon yang tidak anda dukung sebagai orang kafir atau sentimen keagamaan lain? :))" (*)

13 December 2015

ADA 443 JENIS KEJAHATAN BARU, MASYARAKAT TERANCAM TERKEKANG

ILUSTRASI | http://www.fsfla.org |
Pemerintah menetapkan ada 443 jenis kejahatan baru di Indonesia, dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara.

Dengan ancaman itu, polisi bisa leluasa menggunakan upaya paksa dalam menjalankan proses hukum.

Diperkirakan, kebebasan warga negara Indonesia akan terkekang.

Hal itu terungkap dalam siaran pers Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), dalam menyambut hari Hak Asasi Manusia (HAM) 2015, 10 Desember lalu.

16 November 2015

PRANCIS, ISIS DAN PERLAWANAN PADA TERORISME


Airmata belum mengering ketika tulisan ini dibuat. Airmata kesedihan yang tumpah karena aksi terorisme di beberapa tempat, di dua negara, pada pertengahan November 2015.

Di Paris, Prancis dan Beirut, Lebanon, 150 orang lebih tewas karena kebrutalan teroris. Di dua tempat itu juga, 300 orang lebih terluka karena aksi yang sama.

Dunia tersengat. Kesedihan keluarga-keluarga yang kehilangan orang-orang yang dicintai, anak-anak yang kehilangan orang tuanya, dan kemanusiaan yang terkoyak akibat aksi terorisme, kembali mewarnai media massa, dan memunculkan respon hampir di seluruh dunia.

14 October 2015

MEMPERLAKUKAN ANAK BERMASALAH TETAP SEBAGAI ANAK-ANAK

ACARA TV YANG MELIBATKAN ANAK |
Saya memang bukan aktivis pembela hak anak. Tidak paham dan tidak hafal teori dan regulasi tentang anak. Kebetulan, entah mengapa, saya merasa apa yang terjadi Selasa (13/10/2015) malam, tidak pas.

Di sebuah acara dialoq di televisi, anak korban kekerasan dihadirkan dengan mengenakan topeng (untuk menyembunyikan identitasnya), namun diminta untuk menceritakan kejahatan yang sudah dialaminya. Belasan, orang dewasa hadir dalam peristiwa itu. Memperhatikannya, lalu, memberikan tepuk tangan.