02 August 2006

Gerombolan Noordin M. Top Diburu di Perbukitan Jawa Timur

:: Do not republish. If you like to republish, please contact id_nugroho@yahoo.com, id_nugroho@telkom.net or call mobile phone: +62-81-6544-3718 ::

Enam orang yang salah satunya diduga sebagai buronan Noordin M. Top, sejak dua hari ini diburu di perbukitan Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Keenam orang yang dikabarkan membawa senjata laras panjang dan pistol itu diperkirakan bersembunyi di Bukit Semar dan Bukit Kukusan, sekitar 30 KM dari pusat Kota Mojokerto.

Terbongkarnya persembunyian kelompok yang diduga sebagai Noordin M Top dan kawan-kawan itu berawal dari bertemunya Gono, salah satu penduduk Desa Begagan Limo, ketika sedang, mencari bambu di kaki Bukit Semar, pertengahan Juli lalu. Saat itu, Gono berjumpa dengan seorang laki-lkai yang mengaku penduduk sekitar. Dalam pertemuan itu, sang laki-laki misterius ini meminta nasi bekal milik Gono.

Kejadian serupa juga dialami oleh beberapa pencari bambu lain yang kebetulan melintas di daerah yang sama. Kejadian itu menjadi buah bibir. Dalam waktu yang bersamaan, penduduk di Desa Dilem, Kecamatan Gondang mengaku sering kehilangan bahan makanan, seperti beras, lauk hingga buah-buahan yang baru saja dipanen. "Yang saya dengar, warga Desa Dilem sering kehilangan bahan makanan, katanya dibawa ke Bukit Semar," kata Sutris, Lurah Desa Blentreng, desa terdekat dengan Bukit Semar pada The
Jakarta Post.

Informasi yang diperoleh The Jakarta Post menyebutkan, sosok pencuri bahan makanan itu selalu mengenakan penutup kepala dari kain sarung. Mereka biasa mendatangi rumah penduduk saat dinihari, dan lari ke arah Bukit Semar. Keresahan masyarakat direspon Polda Jatim dengan meminta keterangan pada Gono. Sumber The Post di Polda Jatim mengatakan, dalam kesempatan itu Gono mengatakan salah satu sosok yang ada di Bukit Semar itu ada kemiripan dengan Noordin M. Top.

Polisi, khususnya Detasemen 88 Anti Teror segera melakukan pengintaian di tiga desa di sekitar Bukit Semar, seminggu ini. Tim dari Detasemen 88 Anti Teror dikhususkan mengintai dari kawasan penduduk, sementara aparat Pasukan Raiders 500 Kodam V Brawijaya bertugas menyusuri hutan dan bukit di lokasi-lokasi yang dicurigai, dengan radius pencarian 4 KM.

Rabu (02/08) dini hari Detasemen 88 Anti Teror dan Pasukan Raiders 500 Kodam V Brawijaya mulai melakukan penyisiran di sepanjang sungai yang melintas di Bukit Semar dan Bukit Kukusan. Ada dugaan, kelompok yang Noordin bermukim di daerah yang tidak jauh dari sumber air bersih. "Dengan kekuatan 50 pasukan Riders melakukan penyisiran untuk mengetahui dengan pasti informasi yang kami dapatkan dari masyarakat," kata Kolonel (Inf) Sentot Maksum, Rabu ini.

Tim itu diturunkan di tiga titik, Desa Bagagan Limo, Desa Ngembat dan Desa Liman. Rencananya, tim pencari gerombolan Noordin M. Top yang dibagi menjadi 5 kelompok itu akan melakukan pencarian selama tiga hari. Pasukan juga dilengkapi dengan persenjataan penuh, termasuk membawa senapan serbu dan senapan sniper laras panjang 762 mm. "Ini adalah persenjataan standart operasi, dan akan digunakan bila keadaan memaksa," kata Sentot. Tiap tim akan melewati jalan yang tidak biasa digunakan oleh penduduk desa. "Agar kedatangan kami tidak diketahui," katanya.

Informasi yang didapatkan tim pencari, gerombolan Noordin M. Top dilengkapi dengan persenjataan. "Kami akan berusaha menangkap mereka hidup-hidup, tapi kalau mereka malawan, pasukan tidak akan segan-segan menggunakan senjata, hidup atau mati," kata Sentot. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian kelompok Noordin M. Top masih terus dilakukan.

No comments:

Post a Comment

Program

Program