Jakarta (iddaily.net) –BRI Superleague menyisakan satu match lagi.
Gelar juara hampir pasti diraih Persib Bandung.
Di pertarungan papan bawah, satu klub terdegradasi belum pasti: Persis Solo atau Madura United?
Ada tiga klub dari Pegadaian Championship (dulu kita sebut Liga 2) mendapat promosi ke Superleague alias Liga 1:
– Garudayaksa
– PSS Sleman
– Adhyaksa FC Banten.
Sementara tiga tim degradasi baru dua yang diketahui: PSBS Biak dan Semen Padang. Siapa lagi yang turun kasta?
Dari 18 klub Superleague, posisi 15 dipegang Madura United dengan 32 angka, sementara peringkat ke-16 diduduki Persis Solo dengan 31 poin.
Sementara PSM Makassar di ranking ke-14 dengan 34 poin berada pada posisi aman karena menang head to head dari Persis Solo.
Pada laga terakhir yang berlangsung serentak pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 16.00 WIB, Madura United akan menjamu PSM Makassar di Bangkalan.
Sementara itu, Persis Solo akan bertandang ke Banten meladeni Persita Tangerang.
Hitungannya, jika Madura United menang, tentu saja tim kebanggaan masyarakat Pulau Garam ini akan aman dengan poin 35.
Tapi jika Madura seri -apalagi kalah- sementara Persis memetik poin di Tangerang, maka wassalam, laskar ‘Sape Kerab‘ akan tergusur.
BRI Superleague memakai sistem head to head, dan Persis Solo punya keuntungan atas Madura United dengan menang 1-2 di Pamekasan dan hasil 2-2 di Stadion Manahan.
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi berpesan di akun medsosnya, “Biarkan sepak bola itu berjalan dengan caranya. Jika mengerahkan kekuatan di luar lapangan, akan merusak citra sepak bola itu sendiri.”
AQ, sapaan akrabnya, menekankan, lewat sepak bola, Madura seperti menemukan bahasa baru untuk berkata kepada Indonesia: kami ada, kami bersatu, kami punya kebanggaan, kami santun, kami tak seperti yang mereka fikirkan.
Kata ’United’ dalam Madura United bukan hiasan nama. Ia adalah pesan.
”United adalah ikhtiar menyatukan empat kabupaten, menyatukan orang Madura di pulau dan di rantau, menyatukan mereka yang mungkin berbeda pilihan politik, berbeda kabupaten, berbeda latar sosial, tetapi kami bisa berdiri dalam satu sorak untuk Madura. Itulah kenapa kami menghargai sepakbola seutuhnya,” urai AQ.
AQ mengakhiri dengan menggubah lirik West Life dalam lagu ‘I Have a Dream’, “We believe in angels, something good in everything I see…”
Madura pantas khawatir.
Pada game week ke-32, Persita Tangerang di luar dugaan takluk 0-3 dari Persijap Jepara di Banten Internasional Stadium (BIS), Serang.
‘Laga tak biasa’ itu dimenangkan tim tamu yang berada di zona degradasi, yang kemudian memastikan ‘Laskar Kalinyamat’ langsung masuk zona aman.
Kekhawatiran akan intervensi ‘kekuatan di luar lapangan’ bisa saja muncul, karena tiba-tiba laga Persita menjamu Persis diputuskan tanpa penonton.
“Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Kepolisian Daerah Banten hari Selasa (19/5), pertandingan Persita vs Persis pada 23 Mei 2026 pukul 16.00 WIB di Banten International Stadium akan diselenggarakan tanpa penonton, sesuai rekomendasi dari pihak keamanan,” bunyi pernyataan resmi Persita.
Manajemen juga mengimbau agar loyalitas Persita Fans dialihkan melalui layar kaca dari rumah masing-masing demi menjaga kondusivitas bersama.
Cukup unik, karena laga kandang di Serang berlangsung jauh dari markas Persita di Tangerang.
Setelah dihajar Persija 0-4 dan Malut United 2-5, Persis Solo bisa menambah nafas setelah dua laga terakhir memetik empat poin.
Imbang tanpa gol menjamu Persebaya dan menang 1-0 atas Dewa United, lewat laga menegangkan yang disaksikan langsung mantan Presiden Jokowi di tribun Stadion Manahan.
Jadi, siapa yang bertahan, dan siapa yang jatuh di antara kedua daerah yang punya dua makanan khas nan uweeenak itu: Tengkleng Solo dan Soto Madura.
Semoga malaikat itu ada dan bekerja, dan sepak bola kita berjalan seutuhnya!
