Jakarta (iddaily.net) – Prof Masdar Hilmy SAg MA PhD kembali menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, menggantikan Prof Akhmad Muzakki.
Kembalinya Masdar ke pucuk pimpinan kampus Islam negeri tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah polemik kepemimpinan rektor UINSA.
Masdar bukan sosok baru dalam kepemimpinan UINSA. Ia pernah menjabat sebagai rektor periode 2018–2022 sebelum digantikan Akhmad Muzakki pada 2022.
Informasi mengenai kembalinya Masdar sebagai Rektor UINSA diunggah di laman medsos UINSA.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi babak baru bagi UINSA setelah polemik yang melibatkan kepemimpinan Akhmad Muzakki dan proses penjaringan ulang calon rektor.
Profil Prof Masdar Hilmy
Dikutip dari laman resmi UINSA, Prof Masdar Hilmy merupakan akademisi yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang studi Islam dan ilmu sosial.
Masdar menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 1994.
Ia kemudian melanjutkan studi magister di Institute of Islamic Studies, McGill University, Kanada, pada 1997–1999.
Pendidikan doktoralnya ditempuh di The University of Melbourne, Australia, pada 2004–2007.
Karier akademiknya di lingkungan UIN Sunan Ampel Surabaya dimulai pada 1996. Sebelum menjabat rektor, Masdar juga pernah menduduki posisi Wakil Direktur Pascasarjana UINSA pada periode 2014–2018.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan pengelolaan perguruan tinggi Islam.
Pernah Memimpin UINSA Periode 2018–2022
Masdar Hilmy sebelumnya memimpin UINSA pada periode 2018–2022. Setelah masa kepemimpinannya berakhir, Akhmad Muzakki dilantik sebagai rektor pada 6 Juni 2022 untuk periode 2022–2026.
Pada September 2026, polemik terkait kepemimpinan Muzakki berkembang hingga ia mengundurkan diri dan kemudian diberhentikan dari jabatan rektor.
Situasi tersebut mendorong proses penjaringan ulang calon rektor UINSA. Sebanyak 15 guru besar sempat masuk dalam bursa bakal calon rektor periode 2026–2030.
Kini, kembalinya Masdar Hilmy sebagai rektor menandai perkembangan baru dalam dinamika kepemimpinan kampus tersebut.
Tantangan Masdar Hilmy Memimpin Kembali UINSA
Kembalinya Masdar ke kursi rektor berlangsung ketika UINSA menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas kampus dan memulihkan kepercayaan sivitas akademika.
Kepemimpinan rektor tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan administrasi dan akademik, tetapi juga mencakup tata kelola perguruan tinggi, peningkatan mutu pendidikan, pengembangan riset, serta hubungan antara pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.
Dengan pengalaman memimpin UINSA pada periode sebelumnya, perhatian publik kini tertuju pada arah kebijakan yang akan diambil Masdar dalam menjalankan kembali kepemimpinan kampus tersebut.
Perkembangan berikutnya, termasuk dasar keputusan pengangkatannya, tanggal efektif mulai bertugas, serta masa jabatan yang ditetapkan, perlu merujuk pada surat keputusan atau pengumuman resmi Kementerian Agama maupun UINSA.
