Jakarta (iddaily.net) – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Sebelum menjadi universitas Islam negeri seperti sekarang, lembaga ini berawal dari sejumlah fakultas agama yang kemudian berkembang menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan pendidikan tinggi Islam, khususnya di Jawa Timur.
Berdasarkan sejarah kelembagaan yang tercantum dalam dokumen akademik UINSA, pembentukan IAIN Sunan Ampel tidak terlepas dari berdirinya Fakultas Syariah di Surabaya, Fakultas Tarbiyah di Malang, dan Fakultas Ushuluddin di Kediri.
Berawal dari Gagasan Mendirikan Perguruan Tinggi Islam
Dilansir dari dokumen sejarah UIN Sunan Ampel Surabaya, gagasan mendirikan perguruan tinggi Islam negeri di Jawa Timur berkembang pada akhir dekade 1950-an.
Pada 1961, sejumlah tokoh masyarakat Muslim Jawa Timur mengadakan pertemuan untuk membahas pendirian perguruan tinggi agama Islam yang berada di bawah naungan Departemen Agama.
Salah satu hasil perkembangan awalnya adalah pendirian Fakultas Syariah di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah di Malang pada 1961. Keduanya ketika itu berstatus sebagai fakultas cabang IAIN Yogyakarta.
Selanjutnya, Fakultas Ushuluddin didirikan di Kediri pada 1964. Keberadaan tiga fakultas tersebut menjadi fondasi pembentukan IAIN Sunan Ampel.
IAIN Sunan Ampel Diresmikan pada 1965
IAIN Sunan Ampel resmi didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 1965 dan diresmikan pada 5 Juli 1965.
Pendirian ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan pendidikan tinggi Islam di Jawa Timur.
Dengan berdirinya IAIN Sunan Ampel, pendidikan tinggi keagamaan Islam memiliki lembaga tersendiri yang mengembangkan kajian keislaman secara akademik.
Dalam perkembangannya, fakultas-fakultas IAIN Sunan Ampel tersebar di sejumlah daerah.
Namun, melalui penataan kelembagaan pada 1997, fakultas-fakultas di luar Surabaya beralih menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) yang berdiri sendiri.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari reorganisasi perguruan tinggi agama Islam negeri di Indonesia.
Kapan IAIN Sunan Ampel Berubah Menjadi UIN?
Perubahan besar berikutnya terjadi pada tahun 2013 dan pemerintah menetapkan perubahan bentuk IAIN Sunan Ampel Surabaya menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Dilansir dari laman peraturan BPK, dasar hukumnya adalah Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2013 tentang Perubahan Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Perpres tersebut ditetapkan pada 1 Oktober 2013 dan diundangkan pada 2 Oktober 2013.
Dalam peraturan tersebut, UIN Sunan Ampel tetap memiliki tugas utama menyelenggarakan pendidikan tinggi ilmu agama Islam.
Selain itu, kampus juga dapat menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam bidang ilmu lain untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan agama Islam.
Perubahan status dari institut menjadi universitas membuka ruang pengembangan keilmuan yang lebih luas, termasuk ilmu sosial, humaniora, serta bidang ilmu lain sesuai perkembangan kelembagaan dan program studi.
Mengapa Menggunakan Nama Sunan Ampel?
Nama Sunan Ampel merujuk pada salah satu tokoh Wali Songo, yakni Raden Rahmat, yang dikenal dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa.
Sunan Ampel memiliki keterkaitan sejarah dengan kawasan Ampel di Surabaya.
Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan Islam dan tradisi keagamaan di Kota Pahlawan.
Penggunaan nama Sunan Ampel menjadi bagian dari identitas kampus yang menghubungkan pendidikan tinggi Islam dengan sejarah penyebaran Islam di Jawa Timur.
Perkembangan UINSA hingga Sekarang
Setelah bertransformasi menjadi UIN pada 2013, UIN Sunan Ampel Surabaya terus menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai perguruan tinggi keagamaan
Perjalanan dari tiga fakultas awal, pembentukan IAIN pada 1965, hingga perubahan menjadi UIN pada 2013 memperlihatkan perkembangan kelembagaan pendidikan tinggi Islam selama lebih dari lima dekade.
Kini, UINSA menjadi salah satu bagian penting dari perkembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
