Jakarta (iddaily.net) – Muktamar NU adalah forum musyawarah tertinggi Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi tempat para utusan dari berbagai daerah bermusyawarah untuk menentukan arah organisasi.
Lalu, apa sebenarnya Muktamar NU dan mengapa forum ini penting bagi Nahdlatul Ulama?
Nahdlatul Ulama atau NU memiliki forum permusyawaratan yang menjadi bagian penting dalam menentukan perjalanan organisasi dan forum tersebut dikenal dengan nama Muktamar Nahdlatul Ulama.
Muktamar bukan sekadar pertemuan besar para pengurus dan warga NU.
Di dalamnya terdapat berbagai agenda strategis, mulai dari pembahasan program organisasi, rekomendasi, persoalan keagamaan, hingga penetapan kepengurusan untuk periode berikutnya.
Situs resmi Muktamar ke-35 NU menyebut Muktamar sebagai forum musyawarah tertinggi organisasi yang mempertemukan utusan dari berbagai penjuru Indonesia.
Melalui forum tersebut, arah perjuangan NU untuk lima tahun ke depan dirumuskan.
Apa Itu Muktamar NU?
Secara sederhana, Muktamar NU dapat dipahami sebagai forum permusyawaratan tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama.
Para peserta atau muktamirin dari berbagai tingkatan kepengurusan NU berkumpul untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan organisasi dan kehidupan umat.
Karena keputusan yang dihasilkan dapat menjadi pedoman bagi perjalanan NU dalam periode berikutnya, Muktamar memiliki posisi penting dalam kehidupan organisasi.
Muktamar juga menjadi ruang bagi para peserta untuk menyampaikan pandangan, gagasan, aspirasi, serta rekomendasi mengenai berbagai persoalan keumatan, kebangsaan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan keagamaan.
Mengapa Muktamar NU Penting?
Ada beberapa alasan yang membuat Muktamar NU memiliki arti penting bagi Nahdlatul Ulama.
1. Menentukan Arah NU untuk Lima Tahun ke Depan
Salah satu fungsi penting Muktamar adalah merumuskan arah perjuangan dan program NU untuk periode berikutnya.
Keputusan yang dihasilkan menjadi salah satu pijakan bagi organisasi dalam menjalankan berbagai program di tingkat pusat hingga daerah.
Karena itu, Muktamar tidak hanya berbicara mengenai kondisi NU saat forum berlangsung, tetapi juga mengenai bagaimana organisasi menghadapi tantangan pada tahun-tahun berikutnya.
2. Menjadi Forum Pengambilan Keputusan Strategis
Muktamar menjadi tempat pembahasan berbagai persoalan strategis organisasi.
Dalam forum ini, peserta dapat menyampaikan pandangan dan aspirasi dari wilayah maupun cabang NU.
Proses tersebut menjadi bagian dari tradisi musyawarah yang telah lama melekat dalam kehidupan Nahdlatul Ulama.
3. Membahas Persoalan Keagamaan dan Keumatan
NU tidak hanya bergerak dalam bidang organisasi. Sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, NU juga menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Karena itu, persoalan keagamaan dan kehidupan umat menjadi bagian penting dalam forum Muktamar.
Berbagai persoalan tersebut dapat dibahas melalui forum keilmuan dan musyawarah yang menjadi tradisi NU.
4. Menjadi Ruang Konsolidasi Warga NU
Muktamar juga memiliki fungsi sebagai ruang konsolidasi.
Para pengurus, ulama, kiai, akademisi, tokoh masyarakat, serta utusan NU dari berbagai daerah dapat bertemu dan memperkuat hubungan organisasi.
Pertemuan dalam jumlah besar tersebut sekaligus memperkuat ukhuwah di antara warga Nahdlatul Ulama.
5. Menetapkan Kepengurusan Organisasi
Muktamar juga berkaitan dengan keberlanjutan kepemimpinan NU.
Dalam forum tertinggi tersebut terdapat mekanisme organisasi untuk menentukan kepemimpinan dan kepengurusan sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Karena itu, Muktamar sering menjadi salah satu momentum yang paling mendapat perhatian warga NU.
Siapa yang Mengikuti Muktamar NU?
Muktamar diikuti oleh para utusan dari berbagai tingkatan organisasi NU.
Mereka datang dari berbagai wilayah dan cabang untuk membawa aspirasi serta mengikuti proses musyawarah.
Situs resmi Muktamar ke-35 NU menyebut para peserta sebagai muktamirin, yaitu utusan dari cabang dan wilayah yang berkumpul untuk bermusyawarah.
Dengan keterwakilan dari berbagai daerah, keputusan Muktamar diharapkan mencerminkan aspirasi organisasi secara lebih luas.
Apa Bedanya Muktamar dengan Kegiatan NU Lainnya?
Muktamar memiliki kedudukan berbeda dengan kegiatan rutin NU lainnya.
Konferensi, musyawarah wilayah, musyawarah cabang, pengajian, bahtsul masail, maupun kegiatan sosial memiliki fungsi masing-masing.
Muktamar berada pada tingkat tertinggi dalam struktur permusyawaratan organisasi. Karena itu, keputusan strategis yang dihasilkan dalam Muktamar memiliki arti penting bagi perjalanan NU secara keseluruhan.
Muktamar NU ke-35 di Jombang
Pada 2026, perhatian warga Nahdlatul Ulama tertuju pada Muktamar ke-35 NU.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Pemilihan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar juga memiliki nilai historis.
Jombang merupakan salah satu kawasan penting dalam sejarah perkembangan Nahdlatul Ulama dan menjadi tempat yang berkaitan erat dengan sejumlah tokoh pendiri NU.
Sebelumnya, Jombang juga menjadi tuan rumah Muktamar ke-33 NU pada 2015.
Muktamar NU Bukan Sekadar Pertemuan Besar
Bagi Nahdlatul Ulama, Muktamar memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertemuan lima tahunan.
Forum ini merupakan ruang untuk melakukan evaluasi, menyusun program, memperkuat konsolidasi, membahas persoalan keumatan sekaligus menentukan arah organisasi pada masa mendatang.
Muktamar juga menjadi salah satu cara NU menjaga tradisi musyawarah dalam menjalankan organisasi.
Dengan demikian, memahami Muktamar NU berarti memahami salah satu mekanisme penting yang digunakan Nahdlatul Ulama dalam menentukan perjalanan organisasi dari satu periode ke periode berikutnya.
