Lamongan (iddaily.net) – Nasi boranan atau nasi boran legendaris sangat popular di kalangan pecinta kuliner.
Meskipun khas Lamongan, nasi boran juga kerap jadi perbincangan masyarakat luar kota.
Nasi dengan ikan sili, udang, telur, ayam, tahu, bandeng, ikan gabus, peyek, dilengkapi urap-urap ini resmi terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2026.
Tentu saja ini memperkuat statusnya sebagai kuliner ikonik khas Lamongan.
Sebelumnya, hak paten atas kuliner ini telah dikantongi Pemkab Lamongan dari Kemenkumham RI tahun 2021, melindunginya sebagai kekayaan budaya lokal yang unik dan berharga.
Dari situs Pemkab Lamongan, nasi boran, berasal dari kata “boranan” yang merujuk pada keranjang bambu yang dibawa dengan selendang di punggung.
Penjual nasi boran ini sangat mudah ditemukan di sepanjang jalanan kota masuk Lamongan.
“Sego boran (Nasi boran) kalua pedas dan bumbunya makin kuat makin nikmat,” kata Putri Kenza (20) salah satu warga Jotosanur, Tikung Lamongan, Rabu (29/4/2026).
Nasi hangat yang disajikan dengan ayam dan bumbu merah menggugah selera, menjadikan nasi boran favorit banyak orang.
Rasa lezat nasi boran ini cocok untuk segala usia, baik dewasa maupun anak-anak, sehingga tidak mengherankan jika sering cepat habis.
Sensasi kenikmatan nasi boran semakin larut malam, semakin ramai pengunjung yang datang.
Karena nasi boran memang lebih enak dinikmati pada pagi dan malam hari.
Harga nasi boran yang merakyat ini cukup bersahabat, mulai Rp 10 ribu sesuai ikan yang dipilih pembelinya.