Close Menu
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About Us
  • Q&A
  • Privacy Policy
  • Dukung Kami
Facebook X (Twitter) Instagram
iddaily.netiddaily.net
  • Beranda
  • Voice
  • Peristiwa
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Indeks
iddaily.netiddaily.net
Home»Peristiwa»George Junus Aditjondro Bantah Tuduhan Pemukulan DPR Ramadhan Pohan, Sebut Ada Provokasi Berulang
Peristiwa

George Junus Aditjondro Bantah Tuduhan Pemukulan DPR Ramadhan Pohan, Sebut Ada Provokasi Berulang

ID NugrohoID Nugroho30 Desember 2009 / 12:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
George Junus Aditjondro membantah tuduhan memukul Ramadhan Pohan saat diskusi di Doekoen Coffee. Ia menyebut dirinya diprovokasi berulang kali.
George Junus Aditjondro membantah tuduhan memukul Ramadhan Pohan saat diskusi di Doekoen Coffee. Ia menyebut dirinya diprovokasi berulang kali.

Jakarta (iddaily.net) – George Junus Aditjondro, penulis buku Gurita Cikeas, membantah tuduhan telah memukul Anggota DPR RI Komisi I, Ramadhan Pohan, dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Doekoen Coffee pada Rabu (30/12). Dalam konferensi pers yang digelar usai insiden tersebut, George menyatakan bahwa dirinya justru mendapat provokasi dari Ramadhan sehingga memicu ketegangan yang berujung pada peristiwa itu.

George menyebut bahwa perdebatan dengan Ramadhan bukanlah kejadian pertama, melainkan sudah terjadi dalam beberapa kesempatan sebelumnya. Ia menilai Ramadhan terus mengulang pernyataan yang sama terkait isi buku Gurita Cikeas, khususnya mengenai dugaan hubungan antara Jurnal Nasional—media yang pernah dipimpin Ramadhan—dengan Budi Sampoerna.

Menurut George, tudingan tersebut tidak pernah ia tuliskan dalam bukunya. Ia menegaskan bahwa selama ini ia sudah berulang kali membantah klaim tersebut, namun Ramadhan tetap menyampaikan narasi yang sama dalam berbagai forum.

Sebelumnya, diskusi di Doekoen Coffee sempat berlangsung ricuh setelah terjadi insiden yang disebut sejumlah pihak sebagai “pemukulan”. Dalam peristiwa tersebut, George yang duduk di sisi kanan Ramadhan disebut memukulkan buku yang dipegangnya menggunakan tangan kiri ke arah Ramadhan. Insiden itu terjadi di tengah forum diskusi yang juga diwarnai aksi demonstrasi dari kelompok yang menolak kehadiran George.

Boni Hargen, salah satu pembicara dalam diskusi tersebut yang duduk di antara George dan Ramadhan, memberikan kesaksian bahwa buku yang dipukulkan George tidak sepenuhnya mengenai Ramadhan. Ia menyebut sebagian besar benturan justru mengenai dadanya karena posisinya berada di antara kedua tokoh tersebut.

Setelah insiden itu, Ramadhan memilih meninggalkan ruang diskusi dan kemudian membuat laporan resmi ke kepolisian terkait dugaan tindakan kekerasan yang dialaminya.

Sementara itu, Harris Rusli Moti yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pihak panitia diskusi tidak pernah mengundang Ramadhan Pohan. Ia mengatakan panitia awalnya mengundang Andy Arief, yang dikenal sebagai salah satu tokoh pendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun yang hadir justru Ramadhan, yang disebut datang dengan mengaku mewakili Andy Arief.

Harris menambahkan, dalam forum diskusi Ramadhan kemudian menyampaikan bahwa dirinya hadir bukan sebagai perwakilan siapa pun, melainkan atas nama dirinya sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, Harris juga menyatakan bahwa tim hukum telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan proses hukum terhadap George. Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 28 pengacara disebut siap memberikan pendampingan apabila kasus ini berlanjut ke ranah hukum.

Pernyataan dukungan terhadap George juga disampaikan sejumlah elemen yang hadir dalam diskusi tersebut. Mereka menilai insiden yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari situasi forum yang sejak awal telah memanas, termasuk adanya demonstrasi yang berlangsung bersamaan dengan acara diskusi.

Hingga kini, insiden di Doekoen Coffee tersebut masih menjadi sorotan publik karena melibatkan penulis buku kontroversial Gurita Cikeas dan anggota DPR aktif. Polemik ini pun berpotensi berkembang menjadi perkara hukum apabila laporan yang dibuat Ramadhan Pohan diproses lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Cikeas George Junus Aditjondro Ramadhan Pohan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePrita Mulyasari Divonis Bebas, Kasus Email ke RS Omni Jadi Simbol Perlawanan terhadap Pasal Karet UU ITE
Next Article Kecam Intimidasi dan Penyanderaan Jurnalis Jurnal Bogor!
ID Nugroho

Jurnalis dan blogger senior, tergila-gila pada dunia jurnalistik dan musik

Related Posts

Mutasi Besar-besaran Polri November 2026 di Tengah Isu Penyadapan, 264 Perwira Berganti Jabatan

04 November 2026 / 15:12 WIB

Gunung Semeru Erupsi Luncurkan Guguran Awan Panas Sejauh 3 Kilometer

04 November 2026 / 14:29 WIB

Listyo Sigit Diberhentikan Prabowo Usai Terseret Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

04 November 2026 / 13:51 WIB
Leave A Reply Cancel Reply

Mutasi Besar-besaran Polri November 2026 di Tengah Isu Penyadapan, 264 Perwira Berganti Jabatan

04 November 2026 / 15:12 WIB

Gunung Semeru Erupsi Luncurkan Guguran Awan Panas Sejauh 3 Kilometer

04 November 2026 / 14:29 WIB

Listyo Sigit Diberhentikan Prabowo Usai Terseret Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

04 November 2026 / 13:51 WIB

Dracin Terbaru November 2026 Hadirkan Kisah Cinta, Balas Dendam, hingga Perjuangan Hidup

03 November 2026 / 16:40 WIB

Vape Tak Seaman yang Dikira, Ini Risiko bagi Kesehatan Tubuh

03 November 2026 / 16:05 WIB

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.